Kebakaran di Pasar Wodi

Peristiwa naas yang menghanguskan seluruh los pasar serta beberapa toko yang ada di sisi timur, barat dan utara, benar-benar membuat masyarakat sekitar panik. Pasalnya, sumber api yang mulai terlihat sejak pukul 21.45 Wita, Selasa (2/12) lalu, belum diketahui pemicunya tiba-tiba muncul dan secara liar menjilat ke segala sisi pasar. Meski tidak ada korban jiwa, namun peristiwa itu telah porandakan sumber ekonomi masyarakat setempat.

            Selain banyak material yang mudah terbakar, seperti barang plastik dan pakaian, juga lambannya bantuan mobil pemadam kebakaran ke lokasi sebagai penyebab ludesnya seluruh barang jualan pedagang, serta los yang berada dalam pasar rakyat paling ramai di Dompu tersebut.

            Saat sejumlah kendaraan pemadam kebakaran tiba di lokasi  diperkirakan setengah jam setelah kejadian, kobaran api sudah sulit dipadamkan. Bahkan saking ganasnya kobaran api, tidak mempan disiram menggunakan air. Justeru saat disemprot, jilatan api semakin menyambar ke sejumlah penjuru pasar. Untungnya kendaraan water cannon milik Polri tiba di lokasi yang dapat berfungsi maksimal. Itu pun hanya berupaya melokalisir agar tidak meluas ke wilayah pemukiman panduduk di sekitarnya sambil membidik sumber api.

            Sementara di dalam areal pasar sudah tidak dapat diselamatkan. Kobaran api yang terus membesar, baru dapat dijinakkan lebih dari tiga jam. Upaya memadamkan kobaran api tanpa henti hingga, Rabu sekitar pukul 01.30 dini hari. Bahkan hingga pagi hari, di beberapa tempat api masih terlihat menyala.

            Sejumlah pedagang mengaku baru beberapa hari lalu berbelanja besar mengisi kios masing-masing. Namun mereka pasrah atas kejadian yang tidak diperkirakan sebelumnya. “Kerugian saya mencapai Rp.300.000 juta,” aku, A Salam yang memiliki dua kios pakian. 

            Sedangkan sejumlah pemilik kios lainnya yang juga baru mengisi dagangannya terlihat shok atas kejadian tersebut. Apalagi usaha mereka tidak berasuransi. Hanya saja, mereka berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan yang diperlukan agar usaha mereka kembali dapat dijalankan.

            Dilaporkan, meskipun lokasi pasar sudah ludes terbakar, bahkan telah diberi garis polisi (police line), namun aktifitas perdagangan tidak lantas berhenti. Sejumlah pedagang mendirikan tenda darurat sambil menunggu bantuan tenda sementara dari pemerintah. Bahkan ada sebagian yang sudah mulai membangun los semi permanen.

            Sementara itu, informasi yang diperoleh dari pihak Polres Dompu, sejauh ini belum dapat mengetahui penyebab kejadian yang menelan kerugian miliran rupiah itu. Pihak kepolisian sedang mengumpulkan informasi dari sejumlah saksi di lapangan.(bop) - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru