Class Meeting Akal-akalan

Ujian ahir semester ganjil 2014/2015 yang dilaksanakan serempak mulai  tanggal satu Desember 2014 baik tingkat SD/MI, SMP/MTs., SMA/MA se-Kabupaten Lombok Timur telah selesai. Para siswa/siswi tidak sabar ingin melihat hasil/prestasi yang mereka raih pada semester ganjil tahun ini. Sementara semua guru sedang sangat sibuk dengan berbagi persiapan, baik mengoreksi lembar jawaban semester, mengolah nilai dan lain-lain  guna bagaimana tanggal 20 Desember  Laporan Capaian Kompetensi Peserta Didik (LCKPD) atau Laporan Hasil Belajar dapat diberikan kepada masing-masing peserta didik. Jeda waktu kurang lebih dua minggu diisi dengan kegiatan Classmeeting. Kegiatan seperti ini memang sangat bagus untuk menumbuhkebangkan kreatifitas dan talenta peserta didik khususnya pada bidang olah raga.  Kepala SMA Negeri 1 Sakra H. Sarafuddin, SE. ketika membuka Classmeeting memberikan arahan kepada semua siswa dan siswi untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, disamping berkompetisi juga sangat penting untuk  silaturrahim dikalanagan keluarga besar SMAN 1 Sakra. Ditempat terpisah seorang siswa yang bertengger di poho kayu teriak “classmeeting akal-akalan” beberapa temannya yang tidak jauh dari tempatnya berdiri melotot geram menganggap temannya tidak sopan. sebenarnya adalah benar, cuma tempatn dan bahasanya yang kurang tepat. Ternyata omongan anak yang satu ini perlu perhatian dan kajian khusus karena anak yang bersangkutan tidak hobi olah raga, dia lebih suka pada kempetisi lain seperti cerdas cermat, olympiade dll. sehingga anggapannya menjadi kenyataan, karena jeda selesai semester dengan pembagian hasil belajar cukup lama, sementara tidak masuk sekolah, melanggar aturan, mau belajar masuk perpustakaan suasana tidak mengizinkan lagi tutup, sehingga apa yang dia ungkapkan tersebut memang benar, aktifitas belajar mengajar sedang tidak ada semua dewan guru sedang sibuk persiapan terkait  pembagian raport, anak-anak harus masuk      sekolah  setiap, ahirnya sekolah pun mengadakan berbagai kegiatan untuk menyiasati agar  anak-anak tetap masuk sekolah alias “ngakalan”. >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>ran [] - 01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru