Bentrokan Warga Bukan Karena Bola

KM Nggusuwaru – Bentrokan antara warga Dara dan Tanjung, Senin 15 Desember 2014 lalu bukan dipicu pertandingan bola mini di Lapangan Manggemaci Kota Bima.  Melainkan karena persoalan pribadi antar oknum warga.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Panitia Sepak Bola Mini Bedi Cup I, Faturrahman.  Kata dia, pemicu bentrokan antar warga itu karena dendam pribadi.  Tidak ada hubungannya dengan pertandingan sepak bola mini yang mereka gelar.

Dijelaskan Fatur, perkelahian antara dua oknum warga justru terjadi di luar arena pertandingan. Perkelahian itu katanya, ditangani  langsung aparat kepolisian. “Saat bentrokan itu, tidak ada pemain dari kelurahan Tanjung yang keluar arena pertandingan. Mereka justeru tetap konsentrasi bertanding melawan tim Kelurahan Melayu,” bebernya.

Selama pertandingan yang telah berlangsung tiga bulan, pihaknya berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Untuk ikut menjaga keamanan selama pertandingan berlangsung.

Malah kata dia, sesuai technical meeting  setiap tim yang memicu perkelahian atau membuat ulah akan langsung didiskualifikasi.  “Selama pertandingan berlangsung, hingga babak semi final, tidak ada masalah yang muncul,” terangnya.

Terkait dugaan pemicu perkelahian antara warga Dara dan Tanjung  karena pertandingan bola mini Bedi Cup. Telah diklarifikasikan pihaknya kepada Polres Bima Kota maupun kepada wakil walikota.  “Pertandingan Piala Bedi Cup I sempat diminta dihentikan oleh Polres Bima Kota dengan alasan keamanan. Karena pertandingan tersisa partai semi final dan final, kita minta ditunda seminggu, menunggu situasi kondusif,” akunya.

Permintaan itu disetujui pihak Polres maupun Pemerintah Kota Bima. Dua partai terakhir akan dilanjutkan dalam waktu dekat. ‘’Kita berharap pemain dan supporter untuk ikut menjaga kondusifitas daerah, ‘’ harapnya. (AL) - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru