Doa Untuk NTB

Bebagai macam cara dilakukan untuk memperingati hari ulang tahun Provinsi Nusa Tenggara Barat, selain acara formal peringatan yang dilakukan oleh  pemerintah dengan melakukan apel peringatan dikantor pemerintahan provinsi yang sudah genap  berumur 56 tahun, maka masyarakat Nusa Tenggara Barat yang tergabung dalam Jamaah Toriqat Qodiriyah Wannaqsabdiyah dan Keluarga besar Pondok Pesanteren Darul Falah juga melakukan doa bersama untuk kemajuan NTB.

Acara doa bersama yang dirangkaikan dengan tradisi Rebo Bontong dan Ziarah Kubur dilaksanakan dilapangan Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan Mataram yang beralamat di jalan Banda Seraya 47 Pagutan Mataram dan dihadiri oleh ribuan jamaah dari berbagai penjuru pulau Lombok pada hari Rabu 17 Desember 2014.

Acara yang berlangsung selama 4 jam dan sudah dimulai tepat pukul 07.00 Wita itu diisi oleh Tauziyah secara bergilir oleh para Tuan Guru yang tersebar dipenjuru Lombok dan merupakan alumni Pondok Pesantren yang didirikan oleh Almagfurullah TGH Abhar, selain masalah Rebo Bontong dan Ziarah Kubur, isi tauziyah para Tuan Guru juga dikaitkan dengan semangat hubbul wathon atau cinta tanah air yang diwujudkan dengan  doa untuk kemajuan provinsi Nusa tenggara Barat.

Selaku penggagas acara  TGH Muammar Arafat mengungkapkan bahwa setiap tahun secara rutin acara Rebo Bontong dan Ziarah Kubur tetap dilaksanakan dengan berbagai macam tema tergantung momen yang sesuai pada saat itu, seperti pada tahun lalu acara ini dirangkai dengan doa untuk keselamatan Indonesia karena bertepatan dengan pergantian tahun baru dan tahun ini kembali acara rebo bontong digelar dengan dirangkai doa untuk NTB dihari ulang tahun yang ke 56 , “kami persembahkan doa para  Tuan Guru yang diamini oleh ribuan jamaah untuk Nusa Tenggara Barat tercinta semoga dengan kebersamaan ini NTB semakin maju”, ujar Tuan Guru Muda yang juga anggota Komisi V DPRD NTB.

Hampir seluruh mata ribuan jamaah terlihat terpejam karena khusuk saat Almursid TGH Mustiadi Abhar meminpin doa diakhir acara serta tidak lupa ditutup dengan pembacaan alfatihah yang dikhususkan bagi para pemimpin yang ada didaerah Bumi Gora ini agar selalu sehat dalam lindungan Allah SWT. (Abdul Satar) - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru