Dara dan Tanjung Islah

KM Nggusuwaru - Bentrokan antara warga Kelurahan Dara Kecamatan Rasa Nae Barat Kota Bima dengan warga Kelurahan Tanjung beberapa hari lalu, berakhir dengan islah. Islah kedua warga yang berseteru itu, digelar di Kantor Camat Rasanae Barat Kamis 18 Desember 2014 pagi yang dihadiri oleh Camat, Kapolsek, Danramil, Asisten II Setda Kota Bima, Lurah, toko agama, tokoh masyarakat serta toko muda di masing-masing Kelurahan yang berseteru.

Camat Rasbar Lalu Sukarsana, S. Ip dalam sambutannya mengungkapkan, kisruh antar warga ini, memang sangat meresahkan warga lainnya. Peristiwa itu, merupakan hal yang tidak patut dilakuka. "Saya berharap, peristiwa semacam ini tidak terulang lagi dikemudian hari. Cukup kali ini saja hal itu terjadi," ujarnya.

Kapolsek Rasa Na'e Barat Kompol. H. Nurdin, SH mengatakan, kehadiran pihaknya ini khusus untuk membicarakan terkait peristiwa kisruh antar Kelurahan yang terjadi beberapa hari kemarin. "Kami (Polsek, red) hingga saat ini, belum mendapatkan informasi adanya korban dari kedua belah pihak akibat peristiwa itu, " jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya berkesimpulan. Mengusulkan agar kedua belah pihak ini, untuk melakukan islah. "Diharapkan kepada kaum muda, untuk tidak lagi melakukan tindakan seperti itu. Agar daerah kita ini aman dan tentram," harapnya.

Ia juga menyarankan kepada seluruh masyarakat lebih-lebih kaum muda, kalaupun ada perkelahian, tolong jangan membawa nama Kelurahan sehingga warga lainnya tidak ikut serta melakukan perkelahian itu. "Yang mempunyai masalah, laporkan saja ke Polisi. Agar bisa diselesaikan secara hukum," saramnya.

Kasus yang terjadi di Polsek Rasanae Barat ini katanya, 60 persen hampir seperti ini. Diharapkan juga kepada para tokoh, kalau ada masalah tolong turun tangan untuk meredam persoalan. "Jangan malah mendukung anak-anak muda untuk melakukan tindakan anarkis," katanya.

Danramil Rasanae Barat Kapten Nasarudin melalui kesempatan itu mengatakan. Pihaknya mengajak agar masyarakat terus berihtiar untuk hidup bersama. Tidak melakukan perseteruan dalam kehidupan sehari-hari. "Untuk orangtua, diharapkan agar selalu memberikan pemahaman yang baik terhadap anak-anak. Masalah itu, hanya memperpecahkan antara satu dengan yang lainnya," ungkapnya.

Hidup rukun ditengah masyarakat, lebih afdol dibandingkan melakujan hal yang hanya merusak faslitas yang afa. "Mari kita kembangkan potensi kita untuk membangun Kota Bima kedepannya," ajaknya.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten III Setda Kota Bima M. Farid, M. Si juga mengatakan, Menindaklanjuti perintah Wakil Walikota Bima, ia berharap agar masyarakat Kota Bima selalu akur untuk hidup berdampingan. "Butuh kesadaran masyarakat untuk saling menjaga kamtibmas ditengah-tengah masyarakat," ujarnya.

Untuk membangun daerah yang aman serta sejahtera, masyarakat harus mulai dengan kesamaan fisi misi antara masyarakat dengan Pemerintah, agar semua rencana pembangunan yang ada bisa lebih berkembang. "Mudah-mudahan perseteruan ini yang terakhir kali," harapnya.

Acara islah yang digelar di Kantor Camat Rasanae Barat, diakhiri dengan penandatanganan hasil kesepakatan antar kedua Kelurahan untuk tidak lagi melakukan hal yang sama. Usai menandatangi kesepakatan itu, kedua warga yang masing-masing diwakilkan itu berpelukan. (AL) - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru