Haul Gusdur ke-5 di Mataram


Gerakan Pemuda Ansor Kota Mataram menggelar Haul ke-5 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)  di warung sawah kukuruyuk udayana mataram pada tanggal 31 Desember 2014 sekaligus cara menyambut tahun baru 2015. Acara ini dikemas dengan Canda tentang Gusdur dan Dialog Lints Agama.

Peserta kegiatan ini umumnya dari kalangan pemuda, mahasiswa,  Masyarakat, Lintas Agama dan Pencinta Gusu Dur (Gusdurian) sebanyak kurang lebih 100 orang lebih.

Kegiatan yang didukung dan di backup penuh oleh PC NU kota Mataram ini membuat suasana malam pergantian tahun menjadi santai. Setidaknya hadir tokoh-tokoh pemuda pencinta Gusdur yang memberikan tistimoni terkait apa pandangannya tentang Presiden Republik Indonesia ke-4 tersebut.

Ketua GP. Ansor Kota Mataram misalnya, mengatakan bahwa sosok pemikiran gusdur yang egaliter dan pluralitas sangat cocok dengan lingkungan masyarakat Kota Mataram yang heterogen. Dikatakan dengan jelas ketika menyampaikan testimoni sekaligus membuka acara bahwa Kota Mataram yang memiliki segudang masalah harus iselesaikan dengan mencoba menterjemahkan pemikiran-pemikiran Gusdur.

"Kita patutnya harus bangga terhadap Gusdur, karena gusdur milik kita bersama" ungkapnya kepada peserta.

Selain peserta yang mayoritas Islam hadir pula di tengah-tengah acara Pemuda Katolik Yustinus Habur. Diungkapkan dalam kesempatan malam itu bahwa Gusdur ini adalah milik Dunia, milik bangsa ini. Gusdur mengajari kita bahwa Berpolotik bukan untuk merebut kekuasaan tetapi untuk berpolotik semata-mata untuk melayani rakyat.

Kehadiran Yustinus menggambarkan bahwa pemikiran gusdur terkait dengan pluralitas harus tetap terjaga. Negara Republik Inonesia dengan 4 pilar berbangsa dan bernegara salah satunya Bhineka Tunggal Ika adalah Harga Mati untuk seluruh rakyat Indonesia. Seorang bernama gusdur telah mempersatukan itu dalam kata pluralitas menghargai perbedaan.

Suasana hening malam pergantian tahun dengan tetesan hujan membuat acara di warung sederhana pinggiran kota Mataram malam itu menjadi penuh dengan keakraban peserta. Tidak peduli apa agamamu, daerah asalmu, sukumu semua peserta terbawa suasana santai bercanda gurau tentang sosok seorang pahlawan bangsa bapak pluralitas yakni Gusdur.  .

Menyambut detik pergantian tahun Ketua PC. Nahdlatul Ulama Fairuzzabadi memberikan tausiyah singkat terkait dengan Gusdur. "semua buku telah dibaca oleh Gusdur sehingga menjadikan sosok gusdur itulah buku itu sendiri" ungkapnya.

Menurut pria yang sering disapa dengan Abu Macel itu, seluruh yang berteks ataupun yang tidak berteks sudah mampu dibaca oleh sosok seorang gusdur, sehingga kemampuannya jauh dengan orang biasa lainnya. Dengan memilih struktur bahasa humoris dengan begitulah cara seorang gusdur dalam menyampaikan seluruh buah pikirannya.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru