Sengketa Pusuk Sembalun Semakin Memanas

KM. Sukamulia – Sengketa Parkiran Pusuk Sembalun semakin memanas, pasalnya warga Sembalun tidak terima atas perlakuan warga Desa Sapit yang terus-terusan melakukan aksi perusakan terhadap asset daerah yang ada di sekitar area wisata Pusuk Sembalun. Warga Sembalun juga kecewa warga Sapit atas perjanjian damai yang telah mereka sepakati pada pertengahan bulan Januari lalu. Kekecewaan itu kemudian mereka lampiaskan dengan melakukan pengerusakan  pelang wisata Pusuk Sembalun, penebangan pohon di pinggir jalan, dan merobohkan berugak yang telah dirusak oleh warga Sapit pada hari Sabtu, 31 Januari 2015 lalu.

Hari ini (Senin, 02 Januari 2015), suasana semakin memanas diantara kedua belah pihak. Tadi pagi beredar isu bahwa massa dari Sapit akan melakukan pembakaran terhadap sisa-sisa reruntuhan berugak dan tempat-tempat peristirahatan dan parkiran yang masih ada di sekitar Pusuk Sembalun. Mendengar isu itu, petugas Kepolisian Kecamatan Sembalun dan beberapa orang personil Sat Pol PP Lotim berdatangan ke TKP dengan tujuan untuk menghalangi aski massa.

Menurut keterangan salah seorang anggota Sat Pol PP Lotim, isu pembakaran beredar tadi pagi, katanya massa dari Sapit akan melakukan beramai-ramai membakar asset-aset yang masih tersisa di sekitar Pusuk Sembalun. Mendengar isu tersebut kami langsung melakukan koordinasi dengan Kepolisian Sembalun dan sekitar pukul 08.00 Wita kami sudah stenbay di TKP. Namun hingga saat ini (pukul 12.35 Wita) massa dari Sapit tidak kunjung datang, meskipun demikian kami akan tetap stenbay di sini hingga keadaan aman, papar Cobra saat kami temui di TKP.

Cobra juga menceritakan keronolgis perusakan asset-asset wisata Pusuk Sembalun yang dilakukan oleh massa dari Sembalun pada hari minggu lalu. Masa dari Sembalun melakukan pengerusakan dan penebangan pohon di wilayah Pusuk Sembalun karena mereka merasa kecewa atas perbuatan warga Sapit yang terus melakukan pengerusakan dan bahkan menantang mereka. Massa dari sembalun juga melakukan hal itu sebab mereka merasa dilecehkan, pasalnya pada pertengahan Januari lalu kedua belah pihak sudah dimediasi dan mereka sepakat untuk damai. Hanya saja, warag Sapti melanggar perjanjian damai tersebut, buktinya setelah perjanjian damai itu disepakati, mereka masih tetap melakukan aksi pengerusakannya, termasuk pengerusakan yang dilakukan pada hari Sabtu lalu. Warga Sapit juga sering melakukan penghadangan terhadap warga Desa Sembalun, aksi penghadangan itu biasa dilakukan di sekitar wilayah Sebau dan itupun pada malam hari. Hal itulah yang kemudian membakar kemarahan warga Sembalun sehingga kemarin siang (Munggu, 01 Februari 2015) massa dari Sembalun merobohkan semua asset yang masih tersisa dan bahkan mereka menebang belasan pohon yang berjejer di pinggir jalan wilayah Pusuk Sembalun, kemudian pohon itu dibiarkan berserakan di tengah jalan. Syukurnya petugas segera membubarkan aksi itu dan saat ini pohon-pohon yang berserakan itu telah disingkirkan. Menurut hemat saya, aksi yang dilakukan oleh Massa dari Sapit adalah aksi terkoordinir dan ada orang pintar (propokator) yang bermain dibelakang layar. Hingga saat ini kami masih melakukan proses penyelidikan dan mencari peropokator aksi tersebut, tukas laki-laki yang bernama lengkap Muhdar itu.

Hingga berita ini kami liris, puluhan orang personil Polisi Patroli dan Sat PP Lotim masih stenbay di TKP dengan tujuan untuk berjaga-jaga. Beberapa orang personil Polisi Patroli Lotim juga mengatakan bahwa mereka akan tetap melakukan patrol di sekitar wilayah konflik (Sapit, Pusuk, dan Sembalun).

Sekitar pukul 12.15 Wita, Camat Sembalun bersama jajarannya bertandang ke TKP dan langsung melakukan efakuasi terhadap reruntuhan asset-asset daerah yang ada di TKP dan belasan pohon yang ditebang oleh massa dari Sembalun pada hari Minggu (01 Februari 2014).

Pihak Pemerintah Kecamatan Sembalun dan Pihak Kepolisian berharap supaya sengketa areal parkiran Wisata Pusuk Sembalun segera terselesaikan. Mereka berjanji akan melakukan mediasi ulang dalam waktu yang sesegera mungkin supaya tidak ada korban yang jatuh dan tidak banyak kerugian yang dialami oleh Pemda Lotim. [] - 01

_By. Asri The Gila_

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru