PMII Gelar Konsolidasi Nasional


Sebagai organisasi kepemudaan yang mencetak kaum intelektual yang berasal dari kampus pengurus besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar acara konsolidasi nasional dan wokshop kaderisasi region Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bali (19/02/15). Acara yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Pagutan dibuka langsung oleh  Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia H. Muh. Hanif Dakhiri yang merupakan sekertaris jendral (sekjen) Ikatan Alumni PMII dan ketua NU Kota Mataram sahabat Fairuzzabadi yang kerap di  sapa Abu Macel.


Selanjutnya kegiatan yang akan digelar 2 hari kedepan langsung di hendel oleh tim kaderisasi yang salah satunya adalah ketua umum Pengurus Besar PMII Jakarta sahabat Aminudin Ma’ruf. Pada acara pembukaan hadir sekitar 250 orang lebih yang terdiri dari tamu undangan, masyarakat sekitar dan seluruh kader dan anggota se-Nusra Bali.

Dalam ssambutan singkatnya sahabat ketua umum PB PMII Aminudin Ma’ruf memberikan penejelasan kepada peserta pembukaan terkait acara konsolnas kaderisasi dilaksanakan di pondok pesantren. Dikatakan bahwa sebagai kader PMII harus melestarikan budaya-budaya ahlissunah waljama’ah dengan melakukan semua rutinitas kaderisasi ke pondok-pondok pesantren.

Ketua umum yang beberapa bulan kemarin terpilih di Kongres PMII Jambi memberikan instruksi kepada seluruh pengurus di semua tingkatan di wilayah Kordinator Cabang Bali-Nusra untuk kembali ke pondok pesantren. “kita adalah anak kader muda yang akan menjadi penerus NU di masa depan tentunya harus kembali dengan tradisi NU” ungkapnya

Sambutan atas nama PC. NU  Kota Mataram di lakukan oleh sahabat Fairuzzabadi yang merupakan ketu NU Kota Mataram. Dengan kejenakaannya membuat suasana yang tadinya hening menjadi riuh sorak gembira dengan gaya khas ketu NU Mataram yang kerap di panggil Abu Macel. Dalam sambutannya kali ini NU mengajak kepada semua warga masyarakat untuk selalu bangga dengan sekolah swasta.


Menurutnya 6,3% pusat pendidikan yang ada Indonesia dibuat dan di kelola oleh pemerintah maka sekitar 93,7% pusat pendidikan dikelola dan didirikan oleh swasta yang dalam hal ini adalah masyarakat. Tentunya para elit pejabat mestinya harus tetap menjaga pendidikan-pendidikan swasta ini.

Lebih jauh lagi ungkapnya, Negara ini tidak akan seperti sekarang ini jika tidak peran serta dari masayarakat khususnya pendirian pusat pendidikan seperti pondok pesantren.

Kemudian sambutan terakhir sekaligus membuka acara di sampaikan oleh Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia sahabat Muh. Hanif Dakhiri. Dalam sambutannya kali ini menteri tenaga kerja lebih banyak membicarakan terkait dengan kelangsungan Jama’ah NU dan kader penerusnya di masa yang akan dating.

Keberadaan PMII hari ini adalah untuk mempersiapkan generasi yang akan memimpin NU untuk masa yang akan dating. Tentunya sebagai kader PMII harus terus menjaga tradisi-tradisi luhur.


Disampaikan juga dihadapan masyarakat Presak Timur kelurahan Pagutan bahwa hari ini sudah banyak aliran-aliran yang tidak jelas mengaku bahwa mereka adalah Islam. Kelompok ini kecil tetapi memiliki uang banyak sehingga masyarakat cepat untuk terkontaminasi. Ini yang harus sama-sama kita kawal untuk kemudian generasi NU dan bangsa ini terus terjaga.

NU sebagai salah satu pendiri Bangsa ini tentunya memiliki hak untuk memimpin kedepan, tetapi tidak serta merta kita harus mendengungkan hak ini kita sendirilah yang harus  menjemput hak itu di kemudian hari. Maka dari itu PMII sebagai kader muda NU harus tetap dalam koridor NU demi mencetak generasi yang berkualitas dan mengabdi untuk bansa dan Negara dengan paham Ahlissunah Waljama’ah. [] - 03

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru