Pertemuan Dua Dunia di Kampung Media

KM Kaula-Loteng : Sebagai upaya oftimalisasi perjalanan kampung media NTB, Maka pada dua hari kemarin Dishub Kominfo Provinsi Bidang Pos dan Telekomunikasi mengadakan pelatihan Operator PLIK sentra Produktif Kampung Media se-Provinsi Nusa Tenggara  yang berlokasi di Hotel Giri Hotel mulai tanggal 27 hingga tanggal 28 Mei 2015.


Dalam kegiatan pelatihan tersebut yang dihadiri oleh lebih kurang tiga puluh orang warga kampung media yang mengelola PLIK dan masih aktif, di sampaikan beberapa materi yaitu : pemanfaatan TI sebagai penyebaran Informasi oleh Kepala Kampung Sendiri Achmad Fairuz Abadi,  SH. Yang sering dipanggil Abu Macel, materi kedua Pemanfaatan TI sebagai keterbukaan Informasi oleh Ir. Muh. Ilham, MM, Materi terakhir untuk hari pertama adalah Penyedia Jaringan Telekomunikasi oleh Wiboko dari Telkomsel di sanding dengan Penguatan sarana Telekomunikasi oleh Loka Mataram. Pertemuan di hari kedua dengan materi Pemanfaatan TI sebagai Peluang Ekonomi oleh Made Ari Diatmika, Seorang interpreneur asli Lombok yang sukses di bidang IT.

Untuk memaksimalkan pemahaman peserta di hari pertama, Abu Macel selalu mengaitkan setiap materi yang disampaikan dengan cerita-cerita lucu yang membuat semua peserta hampir tidak ada henti tertawa terbahak-bahak, sampai sebagian peserta mengeluarkan air mata karena terus tertawa. Mulai dari bagaimana para peserta harus proaktif selama mengikuti kegiatan, karena jika tidak maka segala faisilitas yang didapat tidak “halal” (Versi guyonan) terlebih bagi nara sumber, maka minimal nara sumber harus bisa menarik peserta bertepuk tangan.

Diantara juke-juke yang disampaikan dalam kesempatan itu yang cukup mengundang gelak tawa peserta adalah cerita bagaimana seorang suami yang selalu memanggil istrinya dengan panggilan-panggilan mesra seperti “hanii”, “Maniis”, “Cantiik”, “sayaang” dan panggilan-panggilan mesra lainnya. yang pasti, tidak pernah se-kali-pun memanggil istrinya dengan panggilan yang mengecewakan termasuk memanggil nama asli istrinya.  Hal tersebut cukup menarik perhatian semua orang dan orang-orang sekitarnya dibuat sangat kagum kepada kedua pasangan tersebut, sampai satu ketika sang cucu dibuat penasaran lalu memberanikan diri bertanya,

Cucu      : “Kek, Kenapa sih kakek selalu memanggil nenek dengan panggilan-panggilan mesra?”.

Kakek    : “Memang begitulah orang bersuami istri”, jawab kakek sambil tersenyum.

Cucu      : “Saya tau, tapi pasti kakek punya alasan lain, kasitau saya kek biar saya nanti bisa mengikuti jejak kakek”, demikian tuntut Cucu penasaran.

Kakek    : “Baiklah kalau begitu, kakek akan ceritakan, tapi dengan syarat kamu tidak boleh cerita sama siapapun”, Pinta kakek,

Cucu      : “Siap”, jawab sang cucuk sambil memberi hormat, kayak angkatan.

Kakek    : “ingat!”, “kamu tidak boleh cerita sama siapa saja”, kata kakek sembari mengambil nafas dalam-dalam, “saya selalu memanggil nenekmu dengan panggilan mesra begitu seperti yang sering kamu dengar adalah karena kakek lupa nama nenekmu dan kakek malu tanyakan hal itu”.

Demikian salah satu I’tibar yang diberikan sang Abu Macel yang disambut gelak tawa para peserta pelatihan.

Hal menarik juga  yang terjadi dalam sesi-sesi pelatihan tersebut adalah suasana keakraban diantara semua peserta yang terdiri dari warga Kampung Media se NTB tersebut, padahal mereka  selama ini hanya bertemu dan berinteraksi lewat dunia maya saja. Namun keakraban mereka di dunia maya itu mereka juga praktikkan dalam pertemuan dunia nyata. Dan itulah yang kami istilahkan di sini sebagai pertemuan dua dunia, yaitu dunia maya dan dunia nyata. () 02

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru