Tuntut Penyaluran Air, Warga Blokir Jalan

KM, woja/Saneo - Selama lima bulan tidak mengalir Air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sejumlah warga Dusun Selaparang Desa Matua Kecamatan Woja, Senin (15/06) Siang kemarin melakukan aksi demonstrasi di Depan Heudng Penampungan Air bersih Dusun Selaprang tepatnya Jalan Lintas Jati Ompu Beko. Dalam aksi demontrasi tersebut, waerga sempat memblokir jalan dengan menggunakan Ban Bekas dan Bebatuan, serta membakar Ban bekas ditengah jalan. Sempat terjadi Kemacetan dalam aksi tersebut, untungnya cepat ditanggulangi oleh aparat kepolisian yang diturunkan.

Dalam aksi tersebut, masyarakat menuntut pihak PDAM agar mengalirkan kemabali air yang tidak mengalir selama lima bulan pada Desa mereka, karena dalam lima bulan terakhir masyarakat terpaksa menggunakan air sumur untuk kebutuhan minum dan memasak, sementara untuk kebutuhan memncuci dan mandi warga mengaku menggunakan air parit dari bendungan Rababaka. “Sudah Lima bulan air tidak masuk pada kami, kami menuntut agar air bisa masuk secepatnya dan jangan tipu kami, karena kami sudah bosan dengan janji-janji PDAM,” ungkap Ramadhan salah seorang warga.

Warga juga mengatakan dalam aksinya tersebut, bahwa selama lima bulan tidak mengalir, namun pihak PDAM tetap melakukan penagihan pembayaran Air pada warga. “Air tidak ada, tapi mereka tetap melakukan penagihan pada warga,  untuk apa kami bayar sedangkan air tidak ada yang mauk,” ujar warga.  Menanggapi tuntutan warga tersebut, salah seorang Pegawai PDAM bagian Distribusi Erikson  mengatakan, pihaknya tidak berani memberikan kepastian kepada masyarakat, pasalnya masih ada beberapa saluran pipa penyalur air yang rusak dan harus diperbaiki. “Kami tidak berani berjanji kapan ini akan diperbaiki, namun saya akan mebericarakan dulu dengan atasan saya,” ungkapnya ditengah warga yang berkerumunan.

Melalui Erikson, PDAM akan melakukan pemeriksaan terhadap pipa yang mengalir disetiap rumah warga yang, pemeriksaan pipa tersebut akan dilakukan mulai nanti malam atau senin malam. Mendengar hal tersebut puluhan warga Selaparang tersebut, tetap ngotot agar air harus dialirkan hari itu juga, kalau tidak, warga mengancam akan menyegel gudang penyimpanan air bersih Selaparang.  Kericuanpun terjadi dalam aksi demonstrasi tersebut, satu unit mobil Penyiraman dari Kimpraswil Kabupaten Dompu yang hendak memadamkan api dari ban bekas yang dibakar oleh warga, dihadang oleh massa aksi, polisi yang berpakaian preman pun turun tangan untuk menghalau warga, sempat terjadi adu mulut dan nyaris terjadi adu jotos antara Polisi dan Massa aksi. Untungnya ketegangan tersebut cepat diatasi oleh sebagian warga. [] - 01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru