Apel Proklamasi ASA Comunity

KM. Sukamulia – 17 Agustus 1945 merupakan momentum sejarah perjuangan bangsa Indonesia sebab pada tanggal itulah para perintis bangsa ini memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Dengan demikian, tanggal sejak tanggal 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia betul-betul merdeka dan betul-betul melepaskan diri dari jeratan para penjajah.

Sebagaimana kita ketahu, tanggal 17 Agustus pada setiap tahunnya, bangsa Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaannya. Banyak cara yang dilakukan oleh rakyat Indonesia yang tinggal di seluruh penjuru nusantara untuk merayakan momen hari kemerdekaan bangsa ini. Sepanjang bulan Agustus, di seluruh penjuru Indonesia dilaksanakan berbagai kegiatan yang berbau nasionalisme. Tujuannya adalah satu, yaitu untuk mengingat dan merayakan betapa pentingnya makna PROKLAMASI kemerdekaan Indonesia yang dibacakan oleh sang Proklamator (Soekarno-Hatta).

Setiap penduduk Indonesia yang memiliki kepedulian atas hal itu berlomba-lomba untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia. Berbagai cara mereka lakukan untuk memperingati momentum sejarah itu. Berbagai hal mereka siapkan untuk membuat sensasi pada hari bersejarah itu, terutama dengan melaksanakan Apel Bendera di tempat-tempat yang sensasional dan dengan cara yang penuh sensasi pula. Ada yang melaksanakan Upacara  Peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI di puncak-puncak gunung, ada yang melaksanakannya di dasar lautan, ada yang melaksanakannya di pinggir-pinggir pantai, ada yang melaksanakannya di atas udara dan sebagainya. Yang jelas momen 17 Agustus merupakan momen yang sangat bersejarah bagi bangsa ini dan rakyat Indonesia yang memiliki rasa nasionalisme yang tinggi pastinya ingin menorehkan sejarah dalam hidupnya. Untuk itulah mereka berlomba-lomba melaksanakan Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI dengan cara yang sensasional dan di tempat-tempat yang sensasional pula.

17 Agustus 2015 merupakan momen bersejarah bagi ASA Community yang memiliki selogan, “Nasionalis, Religius, Komitmen”. Peringatan HUT RI ke-70 merupakan momen yang tidak akan pernah terlupakan bagi Komunitas Anak Suka Mulia Asli (ASA Community) ini, sebab pada momentum HUT RI ke-70 ini ASA Community membuktikan selogan NASIONALIS-nya dengan melaksanakan Apel Peringatan HUT RI ke-70 di tepi Danau Sagara Anak yang merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani.

Sejak tahun 2010 hingga 2014, ASA Community selalu melaksanakan Upacara Bendera Peringatan HUT RI bersama segenap lapisan masyarakat Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kecamatan Pringgabaya di lapangan SDN 10 Pohgading yang berlokasi di Dusun Sukamulia. Hal itu sudah menjadi kebiasaan ASA Community. Menjelang Agustus 2015, pengurus ASA Community membuat rencana yang sensasional, yaitu akan melaksanakan Upacara Pringatan HUT RI ke-70 di Puncak Gunung Rinjani. Setelah beberapakali dibicarakan maka segenap anggota dan pengurus ASA Community menyepakati bahwa Pengurus Inti ASA  Community dan beberapa orang anggota yang mampu melakukan perjalanan ke gunung Rinjani akan melakukan Upacara Bendera di Puncak Rinjani dan yang lainnya akan akan melaksanakan Upacara Bendera di halaman SDN 10 Pohgading.

Pada pukul 07.30 Wita (Minggu, 16 Agustus 2015), 4 orang pengurus inti ASA Community (Asri, Suhardi, Badri dan M. Dian Afriadi) beserta 10 orang anggotanya (Sahlim, Arifin, Burhanudin, Abharudin, Buhri Rahman, Juniardi, Hery Bambang Setiawan, Sofian Hadi, Wira, dan Meme) berangkat menuju gunung Rinjani). Dengan persiapan seadanya, anak-anak ASA melangkah dengan pasti menuju Rinjani melalui jalur Sembalun. Setapak-demi setapak, anak-anak ASA melewati sungai, memasuki hutan, menapaki bukit demi bukit dengan semangat nasionalis yang gigih dan pantang menyerah.

Tanpa keluh kesah, pada pukul 18.20 Wita, anak-anak ASA sampai jua di Pelawangan sembalun. Sesuai dengan rencana, kami berkemah di Pelawangan dan akan memulai perjalanan menuju puncak Rinjani pada pukul 02.00 Wita (17 Agustus 2015). Karena perjalanan menuju puncak merupakan perjalanan yang cukup berat maka tepat pukul 01.00 Wita, pengurus inti ASA Community memeriksa kondisi dan perlengkapan seluruh anggotanya.

Setelah diperiksa satu persatu, ternyata 4 orang anggota ASA tidak bisa melanjutkan perjalanan ke puncak sebab kondisi pisik mereka yang tidak kuat akan rasa dingin. Hal itu kemudian didiskusikan sebab semua anggota ASA yang ikut harus bersama-sama melaksanakan Upacara Bendera HUT RI ke-70 karena tugas dan fungsi sudah dibagi dari sebelum berangkat. Setelah didiskusikan secara bersama-sama maka rencana Apel Bendera di Puncak Rinjani ditangguhkan dan semua sepakat akan melakukan Apel di tepi Danau Sagara Anak.

Atas kesepakatan itu maka pada pukul 02.00 Wita perjalanan dilanjutkan ke Danau Sagara Anak. Dengan langkah pasti dan hati-hati, kami menapaki jalan berbatu yang membentang di antara tebing gunung Rinjani. Rasa dingin dan gelapnya pagi seolah tidak terasa sebab semangat untuk melaksanakan Upacara Bendera di tepi Danau Sagara Anak sudah menyatu di dalam aliran darah anak-anak ASA.

Pukul 08.42 Wita, kami sampai di tepi Danau Sagara Anak. Saat itu, lokasi perkemahan di sekitar Danau Sagara Anak sudah full oleh kemah para pengunjung yang lebih dahulu sampai di tempat itu. Seraya beristirahat, pengurus inti ASA Community mencari tempat lapang yang nantinya akan digunakan sebagai lokasi pelaksanaan Apel Bendera. Setelah lokasi Apel disepakati maka seluruh anggota ASA Community mempersiapkan diri dan semua kelengkapan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Apel Bendera.

Tepat pada pukul 10.00 Wita, masing-masing petugas mengambil posisi. Yang bertindak sebagai Protokol adalah saudara Sahlim, Pembina Upacara diampu oleh Asri dan Suhardi, Heri Bambang Setiawan bertugas sebagai pemimpin barisan, Arifin bertugas sebagai pengibar bendera, M. Dian Afriadi bertugas sebagai pembawa teks Proklamasi dan Puisi Merah Putih, Badri bertugas membaca doa dan yang lainnya sebagai peserta upacara.

Apel Bendera Peringatan HUT RI ke-70 kami mulai pada pukul 10.07 Wita dengan susunan acara sebagai berikut: 1) Persiapan peserta upacara dipinpin oleh pimpinan barisan, 2) Pembina Upacara menganmbil tempat, 3) Penghormatan kepada Pembina upacara, 4) Pembacaan Teks Proklamasi oleh Pembina Upacara, 5) Pembacaan Puisi Merah Putih, 6) Pengibaran Sang Saka Merah Putih diiringi lagu Kebangsaan Indonesia Raya, 7) Pembacaan Tek Pancasila, 8) Meng heningkan cipta, 9) Pidato Singkat Pembina Upacara, 10) Menyanyikan lagu Syukur, 11) Pembacaan Doa, 12) Penghormatan kepada Pembina upacara, 13) Pembina upacara meninggalkan tempat, dan 14) Peserta dibubarkan.

Susana beranjak hening ketika Protokol mulai membacakan susunan Upacara Bendera HUT RI ke-70. Tepi Danau Sagara Anak yang tadinya penuh dengan suara hiruk pikuk aktifitas para pengunjung berlahan sepi. Ketika Teks Proklamasi dikumandangkan oleh Pembina Upacara dan lanjutkan dengan pembacaan Puisi Merah Putih oleh Shardi ASA, perhatian para pengunjung Danau Sagara Anak tertuju kepada kami dan saat bait-bait terahir puisi Merah Putih dikumandangkan, tepi Danau Sagara Anak gegap gempita menyemat kata “MERDEKA !!!”.

Apel yang kami laksanakan semakin disoroti oleh pengunjung lainnya sehingga puluhan kamera ditujukan ke arah kami. Sungguh, hal ini membuat kami semakin hikmat serta membuat kami merasa terharu dan bangga atas momen Apel Bendera yang kami laksanakan di tempat itu. Suasana Apel semakin hikmat ketika sang Saka Merah Putih dikibarkan, tepi Danau Sagara Anak seolah penuh dengan suara lagu Indonesia Raya, demikian juga saat kami mengheningkan cipta dan menyanyikan lagu Syukur.

Upacara Bendera HUT RI ke-70 yang kami laksanakan berahir pada pukul 10.45 Wita. Selesai Apel, banyak orang berbondong-bondong meminta untuk mengambil poto bersama anak-anak ASA Community. Sekali lagi, sungguh ini adalah momen yang tidak akan pernah terlupakan bagi kami. Inilah catatan sejarah termegah dalah sejarah ekpedisi ASA Community.

Melaksanakan upacara di tepi Danau Sagara Anak merupakan hal yang sangat membanggakan bagi kami (ASA Community). Hal itu membawa kami menerawang akan betapa bangganya Proklamator dan para pperintis bangsa ini saat mereka mengumandangkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Tentunya mereka sangat bangga dan terharu biru saat mengikuti Upacara Bendera pada saat Hari Proklamasi 17 Agustus 1945.

Meskipun momen yang kami lakukan itu agak terlambat kami ceritakan melalui tulisan ini namun paling tidak tulisan ini dapat mengabadaikan momen bersejarah kami (ASA Community). Dan pada ahir tulisan ini, kami berpesan kepada diri kami sendiri dan bagi segenap penghuni tanah Pertiwi, “Tetaplah Bangga Menjadi Orang Indonesia. Tetaplah Bangga menapakkan kaki di atas bumi Indonesia dan Marilah kita senantiasa menghormati jasa para pendahulu bangsa ini dengan Bekerja dan Terus Bekerja. Mari kita bangun bangsa ini dengan apa saja yang bisa kita lakukan, tentunya itu adalah dengan cara-cara yang positif dan bermanfaat bagi bangsa ini. Mari kita sama-sama berusaha untuk menyembuhkan bangsa ini dari segenap sakit yang menggerogotinya dan Marilah kita sekalian menegakkan Merah Putih, mencintai dan mengagungkan Indonesia sebagai bangsa kita”.

Ahirnya, semoga tulisan ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi kita semua. Dan lewat tulisan ini pula, kami menyemat rasa bangga kepada kawan-kawan yang telah melaksanakan Apel Peringatan HUT RI ke-70 dengan cara apa saja dan di mana saja. Semoga Allah meridhai kita sekalian, semoga Allah senantiasa memelihara dan melindungi bangsa yang kita cintai dan semoga bangsa ini terbebas dari segala keterpurukan yang selama ini menumpanya. Amin, amin, amin, ya robbal alamin dan Salam dari Kampung.

_By. Asri The Gila_ [] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru