Gerakan Pemuda Menanggulangi Pengangguran


Sore Sabtu, 03 Oktober 2015 berkerumunan pemuda pemudi Desa Bunjeruk yang masih tergolong haus akan ilmu pengetahuan. Mereka sudah membuat jadwal sebelumnya untuk dilatih membuat pupuk organik, dengan berlimpahnya bahan baku pembuatan pupuk organik di desa tersebut maka pemuda desa urun rembuk dalam memamfaatkan serta mengolah kotoran sapi yang bisa dikategorikan disia-siakan oleh peternak (warga) menjadi barang yang dapat bernilai ekonomi.

Di Desa Bonjeruk jumlah sapi yang di pelihara oleh masyarakat berdasarkan data yang di peroleh dari hasil penelitian dan pemetaan oleh Setyo (Sarjana Penggerak Pembangunan  Perdesaan) sejumlah 2,532 ekor, dan data tersebut tersebar di 14 dusun ungkap ketua Karang Taruna Indonesia (Mujahidin) dalam sambutan pembukaan sebelum di paparkan materi oleh Direktur Lombok Research Center Dr.Maharani yang juga menjadi Narasumber dalam pertemuan tersebut.

Semangat dan keinginan pemuda dalam membangun desa dan untuk terhindar dari pengangguran sudah mulai dijalankan, pemaparan materi di sampaikan oleh Dr.Maharani berjalan sekitar satu jam setengah, kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok untuk menggantungkan cita-cita dan keinginan pemuda (Karang Taruna Indonesia) Desa Bonjeruk, yang di tempel di kertas polio. Kemudian cita-cita tersebut nantinya akan di pampang di sekretariat Karang Taruna.

Setelah selesai penyampaian materi oleh narasumber, kemudian langsung ke lapangan tempat praktik pembuatan pupuk organik, ternyata tempat pelatihan tersebut para pemuda sudah melakukan persiapan yang cukup matang, mulai dari tempat yang menggunkan atap yang di buat dari terpal supaya sinar matahari dan hujan tidak mengenai tanah yang akan dijadikan sebagai pupuk organik.

Kemudian bahan yang sudah tersedia seperti tanah kandang (tanah kotoran sapi), serbuk gergaji dan dedak kasar di campur menjadi satu hingga merata, adapaun campuran awal dengan rincian sebagai berikut: tanah kotoran sapi 102 karung Kecil, serbuk gergaji 26 karung besar dan dedak kasar 25 karung besar. Setelah di campur secara merata ketiga bahan tersebut, maka satu kali seminggu dilakukan pembongkaran untuk menentukan campuran yang merata, dan pada minggu kedua nanti akan langsung di survey oleh Bapak Dr.Maharani sekaligus membongkar dan menyemprotkan EM4 untuk mempercepat proses pelapukan.

Para pemuda desa tersebut sangat antusias mengikuti semua proses pembuatan pupuk tersebut sampai tak terasa jika azan magrib sudah di komandangkan, akhirnya proses percampuran bahan tersebut sudah selesai, dan di lanjutkan dengan diskusi kecil di berugak warga dekat pembuatan pupuk  sambil menikmati buah dan makanan tradisional lainnya yang sudah di persiapkan oleh Karang Taruna.

Dalam diskusi kecil tersebut dipaparkan beberapa hal oleh Bapak Dr.Maharani yaitu yang penting teman-teman pemuda serius dan tidak setengah-setengah dalam belajar, nanti kami siap membantu dari lembaga Lombok Research Center, dimana lembaga yang kami geluti saat ini juga konsen pada isu-isu pertanian, belum lagi potensi yang cukup menjanjikan bagi desa ini, karna wilayah Lombok Tengah sebagian besar di huni oleh petani. Dan rata-rata para petani kita setiap tahun ngeluh dengan persoalan pupuk dan obat-obatan.

Kemudian dari hasil diskusi sebelumnya dengan Bapak Kepala Desa Bonjeruk, Beliau sudah menyiapkan lahan untuk kita buat Demplot atau percontohan sebagai media untuk uji coba hasil pembuatan pupuk organi ini, tingkat kadar dan kesuburan hasil pembuatan kita ini nantinya saya akan uji laboratorium, sehingga jumlah campuran semua bahan harus di catat sebagai patokan untuk pembuatan tahap berikutnya. Permintaan pupuk organik setiap tahunnya khusus di Lombok Tengah sangat tinggi, sehingga jika kita sudah mampu membuat dengan baik dan memiliki ijin maka akan lebih mudah untuk melakukan kerjasama dengan pemerintah.

Nantinya kami juga akan membantu untuk urus ijin dan pemasaran, sudah saatnya petani kita cerdas dan tidak berketergantungan dengan pupuk dan obat-obatan kimia. kami juga berharap banyak kepada Bapak Dr.Maharani dalam membimbing serta memberikan arahan terkait dengan pengembangan potensi yang ada di desa kami ini ungkap Lisna salah satu anggota Karang Taruna.

Akhirnya malam sudah mulai gelap dan diskusipun di tutup kemudian pulang kerumah masing-masing. 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru