Kapolsek Perang Mulut dengan Warga

KM-Bolo—Kegiatan blusukan pasangan calon Bupati Bima dan Wakil Bupati Bima pasangan Indah Damayanti Putri (IDP) – Drs Dahlan HM Nur di Kecamatan Bolo Kabupaten Bima - NTB, Sabtu (18/10/2015) sore tadi, ricuh. Kericuhan tersebut terjadi diantara pendukung IDP dengan seorang warga Desa Tambe.

Peristiwa ini terjadi saat kedua paslon IDP-Dahlan yang diiring-iring massa simpatisannya menuju panggung podium untuk menyampaikan pidato politik di lapangan Desa Tambe Kecamatan Bolo. Entah apa pemicunya. Tiba-tiba di tengah konvoi terjadi kericuhan. Sehingga sebagian para pendukung IDP berhamburan balik arah haluan untuk menghindari kericuhan.

Dalam peristiwa itu, dua orang simpatisan IDP mengalami luka pada bagian kepala akibat lemparan batu. Mereka adalah warga asal Desa Leu Kecamatan Bolo dan Pandai Kecamatan Woha. Sedangkan Herdi yang diketahui warga Desa Tambe, juga mengalami luka yang sama. Herdi dikeroyok oleh massa IDP ditangan seorang anggota polisi.

Belum diketahui penyebab pemicu kericuhan yang terjadi di jalan lintas sumbawa Desa Tambe, sore tadi. Namun menurut sejumlah informasi warga yang dihimpun, saat itu Herdi sedang membantu anggota polisi untuk menertibkan arus lalulintas di tengah massa konvoi. Namun tiba-tiba datang oknum polisi mengamankan Herdi—kemudian Herdi pun dikeroyok.

Akibat demikian, masih sumber warga, Herdik pun marah. Di tengah situasi tersebut, tiba-tiba terjadi lemparan batu. Entah itu dilakukan oleh siapa.  Sementara akibat kemarahan Herdi, lagi-lagi oknum polisi memukul Herdi. Pemukulan itu tak hanya dilakukan oleh satu orang polisi, namun diduga juga dilakukan oleh kelompok oknum polisi.

Diduga kelompok oknum polisi tersebut terlibat politik praktis. Semestinya, sebagai aparat penegak hukum dan pengayom masyarakat, setidaknya tak boleh ikut dukung mendukung atau terlibat dunia politik. “Apalagi ikut memprovokasi massa,” tandas Herdi saat adu argument dengan oknum polisi.

Pantauan langsung di lapangan—terlihat Herdik dengan oknum polisi yang diketahui Kapolsek Langgudu Polres Bima Kota ini—saling perang argument. Bahkan di dalam emperan rumah seorang warga (M Talib,red), mereka hampir adu jotos. Namun keduanya dilerai oleh warga sehingga AKP Juanda (Kapolsek Langgudu,red), dilerai keluar oleh A Talib dari rumahnya. Sedangkan Herdi masih di tempat untuk diberi pertolongan medis oleh warga akibat beberapa luka yang dialaminya.

Tak sampai di situ, ternyata persoalan tersebut berlanjut ke Mapolsek Bolo. Herdik yang tak menerima perlakuan oknum anggota Polri yang semestinya menjadi pengayom masyarakat—melaporkan kejadian yang menimpa dirinya. Kini masyarakat berharap dan menunggu action penyidik Polsek Bolo untuk menanganinya secara obyektif.(bop) -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru