Operasi Zebra Jaring 331 Kendaraan

Dompu – Satuan Lantas (Sat Lantas) Kepolisian Resort Dompu, Nusa Tenggara Barat, dalam sepekan menggelar operasi zebra berhasil menjaring ratusan kendaraan bermotor yang melakukan pelanggaran. Dari angka tersebut, jenis pelanggaran dilakukan bervariasi, jelas Kasat Lantas melalui Kepala Urusan Administrasi dan Tata Usaha Ajun Inspektur Dua Awalurrahman, Selasa (27/10) diruang kerjanya.

Diuraikannya, selama operasi zebra dilaksanakan, sebanyak 331 kendaraan yang ditilang, dengan rincian 98 pelanggaran tidak menggunakan helm, kemudian 80 pelanggaran Surat Ijin Mengemudi (SIM), pelanggaran Surat Tanda Nomor Kendaraan atau STNK sebanyak 69 pelanggaran, lalu kelengkapan lainnya 46 yang terjaring, dan terakhir lain-lain pelanggaran sebanyak 38.

Dikatakannya, operasi zebra tahun ini, dilakukan dari tanggal 22 Oktober sampai dengan tanggal 4 November 2015, dimana dalam pelaksanaannya sedikit ada perubahan dari operasi sebelumnya, yaitu dengan melibatkan unsur Provos Polri dan Provos TNI, karena merupakan perintah dari Markas Besar Polri untuk mengawasi ketika ada oknum anggota Brimob atau TNI yang terjaring razia. “Jika anggota terbukti melanggar aturan, maka mereka akan diproses secara internal” terangnya. Dilibatkannya Provos dalam operasi zebra untuk meminimalisir kejadian yang pernah terjadi sebelumnya seperti bentrok antara oknum Brimob dan oknum Sat Lantas di Bima, beberapa waktu lalu.

Selama razia dilakukan, ada pelanggaran dari oknum anggota, namun hanya satu atau dua orang, jenis pelanggaran pun hanya pada pelanggaran tidak menggunakan kaca spion kendaraan. “Selama razia, baik itu masyarakat umum maupun oknum anggota Tni dan Polri, belum ditemukan juga adanya motor bodong alias tanpa surat-surat”.

Jika merujuk pada data yang ada dan kondisi riil dilapangan, kelihatannya sedikit ada perubahan sikap ada masyarakat, dimana masyarakat sudah mentaati aturan jika dibandingkan hari-hari sebelumnya, namun ada juga yang menghindari razia dengan mencari jalan tikus, jika tidak ada razia maka keadaan seperti semula, artinya kesadaran sementara masyarakat bukan karena kesadaran hukum melainkan takut terjaring razia saja, ujar Awal. [] - 01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru