KAPER NTB Bagikan 1000 Masker


Bencana Alam Abu Vulkanik letusan Gunung Berapi Baru jari yang ada di Kabupaten Lombok Timur sudah mulai dirasakan dampaknya bagi masyarakat khususnya Pulau Lombok. Abu vulkanik sudah mulai berterbangan di wilayah Kota Mataram dan sekitarnya. BPBD Kota Mataram menghimbau kepada masyarakat Wilayah Kota Mataram hendaknya memakai masker jika hendak beraktivitas di luar rumah.

Kurangnya kesadaran masyarakat dalam soal saling mengingatkan akan bahayanya abu vulkanik bagi kesehatan, Kajian Pemuda Rakyat Nusa Tenggara Barat (KAPER-NTB) dengan semangat kepedulian terhadap warga Nusa Tenggara Barat mengadakan aksi solidaritas pembagian Masker Gratis.

Direktur Kaper NTB Muh. Yakub, SH.I memberikan penjelasan bahwa bencana alam abu vulkanik letusan gunung berapi baru jari ini tidak bisa kita sepelekan. Jika masyarakat tidak menggunakan masker atau penutup hidung maka kesehatan pernapasan akan terganggu. Tidak hanya itu jika hendak berkendara memakai sepeda motor tidak menggunakan helm atau penutup mata (kaca mata) maka mata akan terasa perih dan merah ini membuktikan bahwa abu vulkanik ini sangat berbahaya untuk kesehatan.

Lanjut dikatakan oleh sarjana hukum IAIN mataram ini menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa selalu waspada dan saling mengingatkan antara yang satu dengan yang lainnya. "Kepada seluruh masyarakat NTB khususnya wilayah kota mataram untuk senantiasa selalu menjaga kesehatan, ketika beraktivitas di luar rumah untuk memakai masker dan penutup hidung serta saling menjaga dan mengingatkan dengan orang terdekatnya sebelum terjadi yang lebih parah lagi".

Koordinator acara aksi solidaritas yang sekaligus sekjend kaper Yas Arman Prayatna, S.Pd menambahkan untuk setiap pemuda, organisasi kepemudaan agar menjadi terdepan menjadi sumber informasi bagi masyarakat bukan kemudian hanya menyalahkan eksekutif atau legislatif dengan demonstrasi tetapi harus tetap mengabdi untuk masyarakat.

Selanjutnya acara pembagian masker gratis ini dilakukan oleh kaper ntb dilaukan di 4 titi terpisah yakni kecamatan Tanjung di depan kantor Bupati KLU, kemudian kecamatan Pemenang di lampu merah pemenang, kecamatan kayangan di desa gumantar dan di perempatan majapahit. () -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru