Mengenang dan Memperingati 10 November

Rengganis (KM), 10/11_Peringatan Hari Pahlawan tahun ini memiliki makna khusus, karena dalam usia 70 tahun merdekanya Bangsa Indonesia merupakan suatu usia Kemerdekaan yang cukup matang untuk ukuran sebagai Bangsa Indonesia yang dewasa dalam bernegara, demikian juga halnya pada hari ini setiap memperingati Hari Pahlawan 10 November, ada dua makna yang terkandung didalamnya yaitu mengenang dan memperingati.

Yang dimaksud dengan mengenang adalah membangun ingatan terhadap suatu peristiwa yang luar biasa yang membawa Bangsa Indonesia ke pintu gerbang Kemerdekaan dan berdaulat hingga saat ini, sedangkan dalam kata memperingati adalah suatu cara untuk memberikan penghormatan, pengakuan dan penghargaan terhadap suatu waktu tertentu atas sumbangsih cipta, rasa dan karsa dari pejuang-pejuang Negeri ini, ungkap Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha Drs. H. Sirojudin, MM dalam amanatnya selaku Inspektur Upacara dalam Upacara Bendera memperingati Hari Pahlawan 10 November di halaman Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB.

Lanjut H. Sirojudin dalam amanatnya menegaskan bahwa dengan mengenang dan memperingati itulah kita bisa mengetahui tentang jati diri kita sebagai suatu Bangsa, paparnya kepada peserta Upacara yang diikuti seluruh Karyawan Karyawati Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat, ditambahkan bahwa mengenang dan memperingati seyogyanya dilakukan secara terus menerus sepanjang masa agar kita tidak lupa kepada para pendiri Bangsa ini.

H. Laman Abdillah selaku Komandan Upacara dengan suaranya yang lantang dan tegas mengajak peserta Upacara untuk mengangkat tangat tanda hormat kepada para pejuang kita yang telah gugur mempertahankan Bangsa Indonesia dengan mengantarkannya ke gerbang Kemerdekaan yang selanjutnya menundukkan kepala sambil berdo’a dipimpin Inspektur Upacara supaya kita tahu untuk apa mereka berjuang sampai mengorbankan jiwa dan raganya.

Hari Pahlawan tahun ini yang mengambil thema “Semangat Kepahlawanan Adalah Jiwa Ragaku” adalah merupakan penyemangat kepada semua anak Bangsa agar nilai kepahlawanan terpatri dan merasuk ke dalam sanubari yang paling dalam untuk meneladani sifat-sifat kepahlawanan yaitu rela berkorban tanpa pamrih, semangat, jujur, berani demi kebenaran dan penuh dengan patriotic dalam menghadapi tantangan persatuan dan keutuhan Bangsa mulai dari terjadinya konflik toleransi antar umat beragama, berkembangnya paham radikalisme hingga tawuran antar kampong yang sering terjadi akhir-akhir ini. LA [] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru