Suami Gorok Istri, Hingga tewas

KM manggelewa - Seorang suami tega menggorok leher istrinya hingga tewas. Itu terjadi di Desa Paropa Kecamatan Kilo Dompu NTB pada kamis sore 5 oktober 2015. Sayangnya belum diketahui dengan jelas motif pembunuhan itu, sementara ini saksi-saksi tengah diperiksa.

Akibat digorok suaminya Arif 25 tahun, Nurwahidah 23 tahun tewas ditempat, sementara pelaku gagal bunuh diri, massa dan keluarga korban marah dan mengeroyok pelaku hingga kritis.

Ketika itu pelaku dan korban tengah berada dalam kamar ditempat kediamannya di Dusun Paropa. Menurut keterangan adik kandung korban, Tiwi (18) kakaknya digorok menggunakan belati.

Semula kejadian itu tidak diketahui warga maupun keluarga korban. Namun sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, korban sempat berteriak memanggil bapaknya. Keluarga beserta warga yang mendengar teriakan itu langsung mendatangi kamar korban.  sempat berteriak dua kali memanggil bapak. Setelah dilihat di kamarnya, ternyata dia sudah tewas bersimbah darah dan luka gorok dibagian leher," ungkap Tiwi.

Melihat kondisi itu, korban pun segera dilarikan ke Puskesmas Kilo. Sementara setelah membunuh isterinya, pelaku yang juga mengalami luka dibagian leher tidak melarikan diri. "Setelah isterinya dibawa ke Puskesmas, suaminya berdiri disamping rumah dengan memegang belati yang masih berlumuran darah," paparnya.

Melihat luka pelaku, warga pun membawanya ke Puskesmas Kilo. Namun sesampainya di Puskesmas, pelaku menolak dirawat. "Kita sudah menawarkan tindakan medis pada pelaku. Namun yang bersangkutan menolak. Sementara korban sudah tidak terselamatkan," ungkap Kepala Puskesmas Kilo, Rusdi SKM lewat ponsel

Mengetahui pelaku dibawa ke Puskesmas Kilo, ribuan massa beserta keluarga korban mengamuk. Pengamanan ketat dari pihak kepolisian dan TNI tidak mampu membendung amukan massa. "Awalnya pelaku ditempatkan di Poli Umum. Namun karena amukan massa, yang bersangkutan lari keluar. Ternyata kondisi diluar pun makin parah," ungkap Rusdi.

Setelah keluar dari Poli Umum, pelaku pun jadi keroyokan ribuan massa dan keluarga korban yang sudah dipenuhi amarah. Setelah dilerai pihak kepolisian dan TNI, aksi massa dapat diredam. Namun pelaku sudah dalam keadaan kritis. "Saat itu banyak yang mengira pelaku sudah tewas. Karena pelaku tidak bergerak sama sekali," katanya.

Setelah pihak kepolisian dari Polres Dompu tiba di lokasi kejadian, pelaku pun dibawa ke RSUD Dompu.

Sebab tidak ada saksi mata yang melihat kejadian itu. Pelaku pun tidak sempat dimintai keterangan karena saat kejadian pelaku dalam keadaan kritis. "selanjutnya kasus ini masih diselidiki oleh pihak kepolisian," ungkap Kapolsek Kilo, Iptu Abdul Hamid(opick) - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru