Sejarah Asal Muasal Kota Tua Raba

Terbentuknya Kota Tua Raba diawali dengan jatuhnya Kerajaan Gowa pada VOC tahun 1667, jauh sebelum dikenal Raba. Nama Raba sendiri merupakan nama yang berarti “bendungan”. Nama Raba baru muncul pada abad ke 18, disebutkan didalam beberapa catatan lama VOC nama Raba sebagai hunian bangsa Eropa di Bima, namun sebelum Raba dahulu tempat hunian Eropa pertama kali di Kampung Benteng, dimana dalam benteng dahulu bermukim fetor VOC yang pertama yaitu Willem Eykman`s tahun 1687.

Bersamaan dengan perkembangan Kesultanan Bima, keinginan VOC membuat benteng perdagangan di Bima ini terwujud dengan adanya perjanjian antara Raja Salisi dengan orang Belanda di akhir abad 16. Perjanjian ini disebut sebagai perjanjian Ncake  pertama yang dilaksanakan di Bima bersama VOC.

Seiring dengan adanya kerjasama antara Kesultanan Bima dan VOC (Belanda) di tambah jatuhnya Gowa pada tangan VOC, terjadi perkembangan yang signifikan terhadap kekuasaan Belanda di tanah Bima. Melihat perkembangan kekuasaan VOC yang begitu pesat, juga perdagangan lintas laut semakin berkembang di wilayah Nusantara.

Menurut Fahrurizki salah satu pemerhati sejarah Bima, bahwa setelah VOC mendirikan benteng mereka di sekitaran Lawa Duwe dan menjadi cikal bakal Kampung Benteng, kemudian mereka (Belanda) membangun huniannya di Raba sejak kontrak panjang terjalin bersama Sultan Abdul Hamid, katanya.  

Setelah pemerintahan Belanda di Nusantara berada dalam pengawasan langsung Kerajaan Belanda dan terbentuk Negara Hindia Belanda, maka diangkat beberapa Controleur baru utnuk memerintah dan bertanggung jawab terhadap wilayahnya masing-masing.

Seiring perkembangan zaman ke zaman Kota Raba mulai berkembang menjadi kota hunian modern diantaranya pembangunan pusat telegram, pembangunan sekolah, dan pembangunan kantor-kantor administrasi Hindia Belanda. Kota Raba berkembang menjadi hunian bangsa Eropa karena didukung cuacanya yang dingin.

Ketika Controleur A.A Banse ditempatkan di Raba, kota tersebut menjadi sebuah kota yang sangat maju, banyak mobil-mobil mulai didatangkan dari Batavia. Dan sekitaran tahun 1920-an listrik mulai masuk di Raba dan juga telepon. Memasuki era kemerdekaan pada tahun 1945 Raba menjadi kota Swapraja kemudian pada tahun 1951 kota Raba resmi diambil oleh pemerintahan NKRI. () -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru