KM Begibung menjadi Penulis Kisah Inspiratif Terbaik

Acara Jambore Kampung Media memang merupakan acara yang ditunggu-tunggu  oleh Warga Kampung Media se NTB, Bagaimana tidak? Karena dalam acara yang super keren itu adalah saat dimana semua jerih payah Warga Kampung menulis artikel dan berhasil jadi head line akan terbayar dan tidak jarang dengan nominal yang cukup fatastic. Tidak Cuma itu dalam acara tersebut juga merupakan waktu diberikannya penghargaan berupa tropi, piagam dan uang tunai kepada penulis terbaik pada masing-masing kategori.

Dalam jambore kali ini ada 10 nominasi terbaik yang dipilih, mulai dari penulisan bidang ekonomi terbaik, bidang infrastruktur terbaik, kisah inspiratif  terbaik bidang kesehatan, pendidikan dan lain-lain. Nominator yang paling mengesankan bagi sang penulis adalah kisah inspiratif bidang pendidikan yang dimenangkan oleh Kampung Media Begibung yang mengangkat kisah salah seorang muridnya sendiri yang bernaman indah, dengan kisah lengkapnya sebagai begikut, “ bisa dibaca langsung di linknya-

Yang membuat penulis begitu terkesan adalah bukan saja dari kisah kehidupan si indah, tapi juga kesungguh-sungguhan penulisnya yang sekaligus juga kepala sekolah dalam  memperjuangkan nasib indah yang dimulai dengan berupaya mencarikan bantuan, memberikan orang tuanya pekerjaan dan lain sebagainya. Keperihatinan sang kepala sekolah juga terlihat ketika namanya disebut sebagai pemenang dengan kisah indah yang ditulis, beliau langsung berujar, “Alhamdulillah, uang hadiah ini akan banyak membantu keluarga indah”, dengan mata yang sepertinya ada air bening membasahinya. Seolah-olah kegembiraan indah dan keluarga tatkala akan menerima bingkisan tersebut sudah terbayang di mata sang kepala sekolah yang baik dan salah seorang guru yang menemaninya  yang kebetulan juga mulai akitif menulis di kampung media.


Karena penting diketahui bahwa penghargaan yang diberikan oleh kampung media untuk penulis kisah inspiratif adalah penulisnya dapat tropi dan uang tunai yang besarannya Rp. 2.500.000/ orang  yang kemudian oleh Gubernur NTB sebagai bentuk apresiasinya menambahkan menjadi Rp. 5.000.000/orang, dan untuk objek yang ditulis dikasi sejumlah yang sama. () -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru