GUBERNUR: 適ampung Media Sudah Menjadi Prestasi NTB Bahkan Indonesia"


“Saya fikir program kampung media itu hanya sekadar memfasilitasi komunitas-komunitas yang selama ini termarginalkan untuk melek internet, faham menggunakannya, kemudian mengisinya dengan kontein-kontein yang melibatkan mereka secara langsung. Sekarang tidak sesederhana itu. Sekarang sudah bisa mengisnpirasi banyak orang. Sudah bias menjadi prestasi NTB bahkan prestasi Indonesia dan semua itu dilakoni oleh anak-anak NTB”

itulah pidato apresiasi Gubernur NTB Dr.TGH.M.Zainul Majdi untuk komunitas kampung Media yang sudah mengharumkan nama NTB dipentas Nasional bahkan internasional.  ‘’Karena kehadiran Kampung Media telah mengharumkan NTB tidak saja di level nasional, tetapi juga internasional,’’  pujinya. Apa yang dilakukan Kampung Media menurut orang nomor satu di NTB ini, membuktikan bahwa NTB ini penuh dengan kreativitas yang baik.

Apresiasi dan penghargaan itu disampaikan Gubernur saat menghadiri malam Anugerah Kampung Media yang digelar 30 November 2016. Gubernur juga menyerahkan penghargaan kepada 10 penulis terbaik dari berbagai kategori yang diperebutkan setiap tahun.

Menariknya, tak hanya penulis yang memperoleh penghargaan, namun objek atau sosok yang meninspirasi terbitnya tulisan itupun memperoleh penghargaan yang sama berupa trophy dan uang tunai sebesar 5 juta rupiah.

“Karena sudah menginspirasi banyak orang, setiap kategori saya tambahkan lagi agar menjadi masing-masing 5 juta rupiah.” Kata Gubernur, disambut gembira komunitas kampung media.

Gubernur juga menyampaikan kekagumannya bahwa Kampung Media  dinilai paling menginspirasi dalam beberapa bidang dan diharapkan bisa menarik, mendorong warga Kampung Media lainnya untuk berprestasi lebih baik.


Dihadapan ratusan Komunitas Kampug Media yang memenuhi ballroom hotel Golden Tulip Mataram, Gubernur juga menyampaikan kerisauan banyak orang tentang ekses media sosial bagi kehidupan bermasyarakat. Dalam sebuah diskusi dibahas tentang ‘’ledakan’’ informasi yang luar biasa dan ekses kehidupan kita dalam berbangsa dan bernegara.

Kerisauan itu disampaikan tokoh HAM Todung Mulya Lubis yang juga Ketua Ikadin Pusat saat berbincang dengannya di pendopo beberapa waktu lalu. Todung menyampaikan bahwa jika saja ada Petisi yang membatasi kebebasan arus informasi agar arus informasi tidak destruktif , maka dialah (Todung Mulya Lubis) yang termasuk menandatangani Petisi itu.

‘’Ini menunjukkan bahwa ada kerisauan besar. Bahwa kebebasan ini ternyata tidak serta merta  menghadirkan kemaslahatan. Tapi justru mendestruksi hal-hal baik dalam kehidupan kita,’’ katanya dengan nada prihatin.

Kerisauan yang sama juga pernah disampaikan Refly Harun, pakar hukum Tata Negara diwaktu yang berbeda. ‘’Bahwa ada hal-hal baik dalam kehidupan kita. Baik dalam kita berbudaya dan bermasyarakat terancam oleh ‘’ledakan’’ kebebasan yang tidak diiringi dengan tanggung jawab dan kedewasaan,’’ kata gubernur.


Jika di banyak tempat masih ada kerisauan seperti itu.  Kalau banyak tokoh yang awalnya menyuarakan kebebasan justru mereview lagi tentang konsep kebebasan yang ia yakini. Kalau di banyak tempat banyak orang memikirkan menggunakan produk teknologi, produk informasi yang sehat, maka di NTB anak-anak di daerah ini sejak tahun 2018 sudah menggagas dan terus mengembangkan internet yang sehat.

Pada kesempatan itu, gubernur berpesan, teruslah dengan penuh kebanggaan menebar kebaikan. ‘’ Teruslah menebar kebaikan, mengharumkan nama NTB, nama Indonesia. Insya Allah tidak saja untuk generasi sekarang juga generasi seterusnya,’’ pesannya.

Seperti diketahui bahwa Kampung media merupakan program unggulan NTB dalam bidang penyebaran informasi berbasis komunitas yang dicanangkan sejak tahun 2008. Menurut Fairuz Abadi selaku Kepala Kampung Media bahwa kegiatan tugasnya menyebarluaskan informasi melalui penulisan kreatif pada blog masing-masing komunitas.


Awalnya Gubernur NTB menargetkan pembentukan Komunitas Kampung Media sebanyak 50 komunitas hingga tahun 2013. Namun sejak dibuat website bersama atau portal terbuka, komunitas Kampung Media berkembang pesat. Hingga 2016 tercatat 211 komunitas dengan jumlah anggota sebanyak 3.953 orang dan terus akan bertambah seiring kebutuhan masyarakat dalam bidang TIK

Sebagai wujud dari fungsi pemerintah sebagai fasilitator pembangunan, Program Kampung Media ini akan diserahkan pengelolaannya kepada komunitas kampung media dan dinayatakan mandiri pada ahir tahun 2018 mendatang, dan selanjutnya akan menjadi mediator pemerintah dan masyarakat. “Inilah Program yang akan melekat sepanjang masa di Nusa Tenggara Barat dan akan terus menemani pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan informasi dan ekonomi kreatif. “ Ujar Kepala Dishubjkominfo NTB L. Bayu Windiya. []

(foto: humas ntb)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru