1000 Rumah Terendam di Alas

Sumbawa besar— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa melaporkan sedikitnya 1.000 rumah warga Kecamatan Alas terendam banjir bandang setelah hujan mengguyur wilayah Kabupaten Sumbawa beberapa hari lalu.

Kepala BPBD Kabupaten Sumbawa, Abdul Rauf menyebutkan, sedikitnya 276 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Alas terkena imbas banjir bandang. Selain menggenangi pemukiman padat penduduk, banjir bandang juga merusak sejumlah tanggul di Desa Juran Alas dan Desa Kalimanggo.

Tidak ada korban jiwa saat musibah itu, namun terjangan banjir menyebabkan kerugian material yang dihimpun oleh BPBD dan instansi terkait mencapai ratusan juta rupiah. Sejumlah warga sempat terjebak di tengah luapan banjir, namun sudah berhasil dievakuasi.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Sumbawa, banjir bandang menyebabkan sedikitnya 156 hektar lahan sawah siap panen di Desa Kalimanggo, rusak parah setelah saluran irigasi jebol diterjang banjir.

“Tim sudah turun ke lapangan dan membangun posko tanggap darurat untuk memberikan bantuan darurat. Tapi terbatas karena stok logistik habis,” ujar Abdul Rauf di Sumbawa Besar, Kamis (15/12/2016).

Camat  Alas Kabupaten Sumbawa, Heri Heryanto Diaz, S.Sos menyebutkan, banjir bandang bersumber dari tiga titik aliran sungai yakni  Sungai Brang Ode, aliran Sungai Brang Rea dan aliran air Sungai  Desa Marente.

“Air yang meluap sejak pukul 16.00 Wita dan merendam kurang lebih 1.000 unit rumah warga yang ada di Desa Juran Alas dan Desa  Kalimango, Desa Baru, Desa Dalam dan Desa Luar,” katanya.

Meski tidak terlalu parah, namun volume luapan air sungai tahun 2016  meningkat bila dibandingkan  tahun 2015 lalu. Selain itu, ada beberapa lingkungan yang tidak tidak pernah diterjang banjir,  kini ikut terendam.

“Kondisi paling parah di dekat bantaran sungai. Rendamannya mencapai hingga dua sampai tiga meter. Di Desa Karang Dalam air masih tergenang dan perlahan surut. Karena laju air terhalang oleh tanggul mengingat lubang pembuangannya kecil,” katanya.

Heri mengusulkan agar sejumlah pihak terkait  menyiapkan berbagai solusi tepat seperti  pelebaran dan pengerukan sungai sehingga sempit dan dangkal. Selain itu, memasang dan meninggikan  talud di sejumlah titik. “Kemudian wilayah yang terdampak langsung seperti di bantaran sepanjang sungai harus direlokasi,” katanya. (SK)  -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru