Banjir Bandang Kota Bima, 104.378 Jiwa Mengungsi

KMBOLO.com—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat melaporkan Perkembangan Bencana Banjir di Kota Bima, tanggal 24 Desember 2016, sekira pukul 07.00 Wita.

Dilaporkan melalui Watshap (WA) wartawan kmbolo.com menyebutkan,  bencana banjir yang terjadi dua kali sejak tanggal 21 dan 23 Desember 2016, dengan kondisi terakhir saat ini sudah mulai surut.

Berikut data sementara BPBD Provinsi NTB wilayah terdampak banjir bandang di Kota Bima;

1. Kecamatan Rasanae Timur (4 kelurahan) penduduk terdampak 3.581 jiwa, mengungsi 3.581 jiwa.
2. Kecamatan Mpuda (9 kelurahan) penduduk terdampak 30.078 jiwa, mengungsi 29.553 jiwa
3. Kecamatan Raba (10 kelurahan) penduduk terdampak 19.955 jiwa, mengungsi 19.705 jiwa
4. Kecamatan Rasanae Barat (6 kelurahan) penduduk terdampak 33.492 jiwa,  mengungsi 32,892 jiwa.
5. Kecamatan Asakota (4 kelurahan) peduduk terdampak 18.648 jiwa, mengungsi 18.648 jiwa.

Jumlah Keseluruhan 5 Kecamatan (33 kelurahan) terdampak 105.758 jiwa,  mengungsi  104.378 jiwa. Pengungsi sudah mulai kembali ke rumah masing-masing. Sementara Perkantoran dan sekolah diliburkan. Dan aktivitas pasar belum ada.

Sementara korban jiwa nihil, luka-luka 1 orang. Kemudian fasilitas kesehatan yang rusak (4 Puskesmas, 29 Pustu, 29 Polindes dan 1 Kantor Labkesda).

Upaya yang dilakukan Tim SAR adalah:

- Membantu evakuasi warga.
- Distribusi bantuan pangan melalui kelurahan
- Membuka dapur umum lapangan 4 lokasi (TNI, Dinsos dan BPBD) dan rencana akan di buka lagi dumlap 2 lokasi (PMI).
- BPBD Provinsi bantuan pangan 3 truk dan 1 paket obat untuk korban banjir.
- BPBD Kabupaten Dompu bantuan logistik 1 truk
- BPB Kabupaten Sumbawa Barat bantuan logistik 2 truk.
- Pemprov NTB memberikan bantuan Rp4,2 Miliar yang difokuskan untuk pangan dan logistik .
- BNPB bantuan DSP Rp200 juta.

Kendala saat ini adalah pasokan listrik masih padam, jaringang Telkom PSTN selular belum pulih.(adi/sumber: Kalak BPBD NTB, Mohammad Rum) -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Advertisement

Artikel Terbaru