Warga Kampo Samporo Peduli Banjir Bima

KM Kampo Samporo. Peristiwa banjir bandang yang dihadapi warga bima mulai tgl 21 hingga 23 Desember 2016 kemarin menjadi catatan penting dalam sejarah kehidupan. Meratapi kejadian, merenungi cobaan, membuka mata dalam bait-bait cinta, mengucap salam do’a untuk terus bersabar dan bersyukur dalam menghadapi segala ujian yang diberi oleh maha kuasa pencipta seluruh isi langit dan bumi. Sebab cobaan adalah anugrah bagi kehidupan, untuk terus bercermin diri, intropeksi, dan selalu menjaga lisan serta sikap.

Melihat langsung seluruh rumah warga sudah tak ada lagi yang tersisa. Semua terkena genangan air banjir, sepanjang jalan mata memandang hanya lumpur dan sampah, manusia dan air mata. Sungguh ini adalah derita yang pahit, ujian berat yang dihadapi oleh warga bima.

Tetapi kita tidak hanya melihatnya dikala kesusahan, penderitaan atas musiba yang menghadapnya. Di sini rasa memanusiakan - manusia akan diuji, dilihat seberapa besar nilai kepeduliaan untuk saling berbagi, meringgankan beban derita yang dihadapi oleh teman, sehabat, kerabat dan keluarga kita yang ada di Bima.

Dengan ini warga Lingkungan Kampo Samporo, Kelurahan Bali 1, Kec Dompu, Kab Dompu. Melakukan aksi kemanusiaan. Peduli terhadap banjir bandang bima. Aksinya sangat sederhana, namun berdampak besar. Para pemuda kampung melakukan penggalangan dana di tiap rumah warga, sumbangannya fariasi, ada yang memberi uang, pakaian layak pakai, beras, air mineral, serta keperluan lainya.   

Setelah itu, semua 
sumbangan warga akan dihitung, disimpan rapi dalam kartus dan karung. Uang yang terkumpul cukup banyak, semuanya dibeli untuk keperluan dapur umum. Anak-anak, remaja, dewasa bahkan ibu-ibu dan bapak-bapak semua berbodong-bondong, bersemangat untuk membantu.

Semuanya ikut terlibat untuk berbagi pekerjaan masing-masing. Ada yang menjadi tukang panggil, tukang masak nasi, tukang bungkus nasi, tukang kumpul dana, hingga menjadi tukang pengantar logistik. Antusias warga sangat besar, nilai kepeduliannya sangat tinggi, hingga semuanya ingin ikut melihat langsung kejadian banjir Bima.

Namun sayang hanya sebagian saja yang bisa mengantar, tidak semua warga bisa ikut. Tetapi banyak yang menitipkan salam untuk warga bima, baik menulis lewat surat, ucapan dan do’a. “Tidak ada yang istimewa yang kami berikan, bahkan kami tahu ini tidak sebanding dengan kerugiaanmu, tetapi hanya ini yang kami bisa bantu. Ini ikhlas, tulus dari hati untuk warga bima”.

Setelah semua terkumpul, Alhamdulilah.. Sumbangannya sangat banyak, hampir penuh isi bus besar (Mobil Fuso). Mungkin ini bisa meringgankan beban derita yang dialami warga bima. Paling tidak bisa makan yang bergizi seuasai mebersihkan rumah, mengharumkan tubuh setelah keringat, memakai baju hangat setelah membersihkan badan.  () -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Advertisement

Artikel Terbaru