Warga Kampung Media Gebrak Selvi

ANAK KAMPUNG MEDIA GEBRAK PANGGUNG SELAPARANG TV

KM. MASBAGIK. Desa Gelang, Kecamatan Sukamulia. Sastra adalah suatu ilmu yang membahas tentang kreatifitas yang tertuang dalam bentuk tulisan. Tulisan itu sendiri terdiri dari beberapa jenis seperti artikel, cerpen, puisi, gurindam, pantun dan banyak lagi yang lainnya. Sastra dapat dijadikan sebagai media pengungkapan perasaan penulis kepada pembacanya.

Selaparang TV sebagai salah satu media yang aktif dalam penyebaran berita ikut andil juga dalam pengembangan sastra. Sehingga kemudian terjadi suatu kolaborasi dengan “Komunitas Rabu Langit”. Komunitas ini merupakan suatu perkumpulan yang menghimpun para sastrawan dan sastrawati untuk mengembangkan kreatifitasnya dalam menulis sastra. Baik itu yang berbentuk puisi maupun yang berbentuk cerpen.


Hingga saat ini, menurut pemimpin redaksi Komunitas Rabu Langit (Rifat Khan) sudah masuk dalam edisi yang ke-35. Pada edisi ini penyunting mengangkat judul “Ngeder Sastra#35”. Buku ini terdiri dari 9 buah puisi dan 6 buah cerpen. Adapun yang menjadi perhatian penulis pada buku ini yaitu munculnya nama salah satu kawan seperjuangan Kampung Media sebagai pujangga teratas dalam daftar puisi yang telah dibukukan. Ia adalah Asri D’Gila, salah satu anggota Kampung Media (KM) dengan nama panggilan KM. Sukamulia. Menurut Pak Asri, ini merupakan pertama kalinya ia mengirimkan karya berbentuk puisi ke Komunitas Rabu Langit, dan beberapa hari setelah itu ia kemudian dihubungi dan ia diminta oleh penyunting untuk membacakan puisi yang telah ia buat.

Hari Rabu (4 januari 2017) pukul 16.00 bertempat di studio utama Selaparang TV KM. Sukamulia, bersama para sastrawan lainnya telah berkumpul. Dan penulis diminta hadir bersama anggota IKRAR yang lain untuk menyaksikan penampilannya. Tidak hanya itu saja komunitas lain pun diundang oleh pihak terkait yaitu komunitas Sandratasik Universitas Hamzanwadi Selong, komunitas Sandratasik Universitas Mataram dan Mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Universitas Hamzanwadi Selong. Tentu dengan senang hati penulis pun mengajak beberapa orang rekan untuk hadir juga dalam kegiatan ini. Selang beberapa saat, pemimpin redaksi Selaparang TV mempersilahkan semua yang hadir di lokasi untuk memasuki studio utama. Acara dibuka oleh aksi panggung dari Our Class Band yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan puisi pertama oleh KM. Sukamulia. Puisi yang dibawakan oleh salah satu anggota KM ini berjudul “Kau Tak Sendiri”.


Hening dan hidmat mewarnai jalannya pembacaan puisi ini. Bahkan semua peserta dan komunitas-komunitas yang hadir memberikan apresiasi yang tinggi kepadanya. Menurut Ruri salah satu anggota komunitas Sandratasik Universitas Hamzanwadi menyatakan penampilan dari Pak Asri sangat menakjubkan dengan gaya bahasa, mimik dan ekspresi yang sangat meyakinkan. Hal senada juga dilontarkan oleh Yasin yang aktif dalam sanggar teater di Mataram mengatakan bahwa ia tidak menyangka sedikit pun bahwa WS. Rendra yang merupakan sosok pujangga yang telah meninggal dunia, kini ia temukan kembali di studio mini ini. Dan menurutnya ini seperti reinkarnasi dari WS. Rendra. Tidak hanya sampai itu saja menurut salah satu pakar sastra yaitu Dr. Khirjan Nahdi (Dosen Univeritas Hamzanwadi Selong) memberikan apresiasi yang tinggi kepada generasi muda seperti Pak Asri yang mau berbicara meluapkan segala imajinasinya.

Setelah itu, pembacaan puisi dilanjutkan oleh Muhammad Said Alawi, Hidayatul Uzma dan terakhir oleh Rifat Khan. Secara keseluruhan menurut penulis semuanya telah menampilkan yang terbaik dan memberikan motivasi kepada yang lain agar berani berkarya. Karena sastra bukanlah sekedar mimpi dan imaji saja, namun sastra bisa dijadikan sebagai sarana penyumbang kebajikan. Salam pergerakan dari kampung.

By_Andre D’Jails () -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru