Kisah Terpilihnya Marbot Online

31 Mei 2016

Ada rasa seperti tak sabar ingin menyampaikan sebuah berita yang sangat besar, padahal waktunya sangat belum tepat karena hari ini bulan Mei 2017 belum genap setahun,

sebelumnya seorang teman sempat datang dan menanya kabar tentang kesibukan di tempat tugas yang di ketahui teman tersebut.  menerut dia saya sangat sibuk karena melihat saya bolak balik naik sepeda gunung pagi hari dan kembali pada saat matahari menyengat kulit tepat di atas ubun-ubun saya. teman saya kemudian menanyakan kepada saya tentang tugas berat saya itu, ingin saya menceritakan perasaan saya seperti ini:

Setahun lalu saya masih ingat malam itu, malam yang saya sendiri merasa kurang yakin untuk hadir apalagi akan banyak memberikan saran, kontribusi atau apapun jenisnya, ditambahlagi dengan kesadaran personal yang masih sangat jauh dari apa yang saya yakini tentang diri saya selama ini (2009-2016) kurang lebih tujuh tahun berkombinasi membentuk koloni dan mengkontribusi untuk pribadi dan banyak orang.

Malam itu banyak jamaah yang datang baik dari golongan tuan-tuan (sepuh agama) tua (sepuh adat) bajang (tokoh muda) dan masyarakat secara umum, semuanya hanya datang untuk mendengarkan apa yang akan terjadi dengan rencana pengurus masjid untuk mereshuple pengurus dan alat kelengkapan lainnya, aa salah seorang teman saya yang mewakili tokoh muda menyebutkan nama saya untuk diusul menjadi calon pengganti takmir masjid (marbot) dan istilah sasaknya walaupun sejatinya itu adalah bahasa arab yang berarti ikatan, saya melihat saat itu banyak yang mengususl nama lain namun nama-nama itu menjadi mentah bukan karena sososk saya atau karena kehadiran saya lebih tepatnya karena aa teman saya selalu meng-cut- nama nama yang masuk menjadi usulan saat itu.

Secara individu saya sendiri merasa takut membayangkan apa yang akan terjadi belakangan setelah terpilihnya saya, menghadapi jam yang harus on-time, ditambahlagi dengan performa dari ugal-ugalan menjadi kharismatik mesti secara sadar saya belum memiliki indikasi kearah itu, selain karena factor usia pun juga karena factor ilmu dibidang agama, alasan terkuat yang membuat urat leher aa siap menyembul keluar apabila ada jamaah yang usulkan nama lain selain saya adalah lebih pada under ground saya sebagai mantan aktifis dan mutakharrijin ma’had.

Setidaknya saya merasa beruntung setelah keluarga saya tahu hal itu adalah bukan karena keinginan saya namun lebih besar merupakan pilihan jamaah maka saya kemudian belajar meluruskan niat, memohon petunjuk dan pertolongan allah dan alhamdulillah allah mengirimkan banyak orang-orang yang bersedia membantu tugas berat tersebut,

Kini saat menjelang genap satu tahun saya mencoba sedikit lebih awal menyarakan keadaan saya ini dengan tujuan banyak diantara teman, sahabat atau jamaah seluruhnya akan memebrikan kontribusi, saran, pendapat, masukan atau apapun saja yang bertujuan untuk membangun kearah perubahan yang lebih baik nantinya,

Jerua,11 maret 2017

Marbot online [] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru