Delegasi AS Sambangi UMKM Sasak Maiq


Delegasi Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Rabu (17/5) datang ke Lombok Barat (Lobar). Tujuannya, untuk melihat dari dekat, Rumah Kemasan Usaha Kecil Menengah (UKM) Sasak Maiq di Gerung (Lobar). Kedatangan delegasi ini tidak sendiri. Mereka juga tergabung dalam tim International Fund for Agricultural Development-Costal Community Development Project (IFAD-CCDP). IFAD-CCDP, merupakan sebuah lembaga internasional, yang bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kemen DKP) RI. Delegasi Kedubes itu masing-masing, Heather dan Ann Wice.

Selain kedubes dan IFAD CCDP, kegiatan itu diliput oleh 4 negara Asia, masing-masing, Myanmar, Thailand, Malaysia dan Indonesia (Media Indonesia). Tim ini disambut meriah oleh Bupati Lobar, H.Fauzan Khalid, Kepala Dinas DKP Lobar, H.Subandi serta sejumlah kepala SKPD lingkup Pemda Lobar.

Kunjungan tim ke Sasak Maiq ini, merupakan akhir dari kunjungan delegasi, setelah sebelumnya mereka mengunjungi beberapa lokasi desa pesisir di Lobar. Desa-desa pesiri ini merupakan binaan dari IFAD CCDP deng
an memberikan dana pembinaan. Desa-desa tersebut meliputi, Kuranji Dalang, Sekotong, Cemare dan sejumlah lokasi di Senggigi.

Dalam kata pesan dan kesannya, Heather mengaku bangga. Program IFAD-CCDP di Lobar sukses sesuai targetnya yakni, memberdayakan masyarakat pesisir. “Melihat kesuksesan ini, semuanya menjadi puas. Program ini sukses,” kata Heather melalui translate pendampingnya. Pembinaan yang diberikan IFAD-CCDP, tidak saja dari sisi pemberdayaan, melainkan juga dari sisi infrastruktur penunjang lainnya. Namun disayangkan, program ini hanya berakhir sampai tahun 2017 ini setelah berjalan sejak 5 tahun lalu. “Kita harapkan ada program yang lain lagi,” harapnya.


Secara khusus, rumah kemasan Sasak Maiq juga merupakan sub binaan IFAD-CCDP. Binaan ini dikelola melalui Dinas KP Lobar. UKM yang ada di desa-desa pesisir, ditampung di rumah kemasan Sasak Maiq ini. Tidak saja menampung produk UKM berbahan hasil laut, melainkan juga penganan moderen lainnya. Tetapi yang paling diutamakan adalah, produk olahan hasil laut yakni, kopi rumput laut, terasi batang, terasi kering, terasi basah, tortila tengiri, serta sejumlah produk olahan hasil laut lainnya.


Pada kesematan itu, bupati Lobar, H.Fauzan Khalid mengemukakan, program kerja sama Amerika-Indonesia ini, dampaknya terhadap masyarakat pesisir cukup menggembirakan. Dampaknya tidak saja menghasilkan pola pikir, tetapi dari sisi ekonomi cukup menjanjikan.


Menurut mantan ketua KPU NTB ini, pihaknya berharap, masyarakat tak perlu kuatir terhadap hasil olahan laut. “Pemerintah akan membantu dari sisi regulasi untuk mengamankan hasil produksi,” katanya.

Pemerintah sendiri sudah menerbitkan perbup dan surat edaran, agar produk olahan lokal, dampaknya bisa dinikmati oleh masyarakat Lobar. Namun dia meminta, kendati bantuan IFAD-CCDP tahun 2017 ini sudah berakhir, namun bupati berharap, jangapn sampai berhenti berproduksi.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru