Pemilihan Anggota BPD Saneo Berlangsung Ricuh

DOMPU, Kampung Media-Proses pemilihan anggota Badan Permusyawarahan Desa (BPD) desa Saneo, Kecamatan Woja, yang berlangsung di kantor desa setempat, Rabu (13/09/2017) siang kemarin, berakhir ricuh. Kericuhan terjadi menyusul dengan ditemukannya surat suara dan hasil perhitungan suara yang melebihi dari jumlah pemilih tetap. Berdasarkan undangan, pemilih berjumlah 100 orang, masing-masing diwakili oleh 10 orang dari 10 dusun. Sementara, dalam hasil hitungan suara terdapat satu suara yang lebih. (101 suara, red). Warga yang tidak terima dengan hasil itu, memprotes panitia pemilihan. Panitia yang terdiri dari unsur staf pemerintah desa.

Masyarakat dan pemerintah desa saling adu jotos. Untungnya, aksi tidak berlangsung lama dan tidak mengakibatkan adanya korban luka-luka. Atas temuan tersebut, proses pemilihan dibatalkan dan akan dilangsungkan pada hari yang berbeda. Di tengah suasana panas berlangsung, warga yang kecewa menduga adanya permainan dari pemerintah desa, bahkan warga menuding pemerintah desa sengaja ingin meloloskan jagoannya dengan menggandakan surat suara dengan nama calon tertentu. "Ini sudah jelas ada kecurangan, kenapa bisa ada 101 suara, sementara undangan untuk pemilih hanya 100 yang dibagikan. Ini pasti ada permainan. Karena itu semua orang-orang kepala desa (Junaidin H. Hmazah, red)," teriak salah seorang warga.

Warga meminta, hasil pemilihan itu dibatalkan dan dilakukan pemilihan ulang pada kemudian hari. Mengantisipasi terjadinya hal yang sama, warga juga meminta panitia harus berasal dari warga atau tokoh masyarakat yang independen. "Harus dilakukan pemilihan ulang, panitia juga jangan ada yang dari pemerintah desa," tegas warga.

Menanggapi hal itu, kepala desa Saneo, Junaidin H. Hamzah., mengaku, ditemukan adanya indikasi kecurangan dalam proses pemilihan anggota BPD. Dalam temuannya itu, terdapat satu surat suara yang di foto copy dan tanpa stempel kepala desa dengan menuliskan salah satu calon anggota BPD. "Setelah diperiksa, ternyata ada satu surat suara yang di foto copy. Karena semua surat suara yang kami sediakan terlebih dahulu distempel. Sehingga itulah yang membuat masalah," ujarnya.

Terkait dengan pemilihan ulang, pihak desa akan mengagendakan pada hari Kamis (14/09/2017) pagi. "Besok (Kamis, 14/09/2017 red) kita lakukan pemilihan ulang," tegasnya. Pantauan media ini, proses pemilihan sejak pagi berjalan lancar dan tertib. Pemungutan suara dilakukan secara bergilir berdasarkan urutan dusun. Masing-masing dusun mengusungkan nama calon dengan jumlah keseluruhan mencapai 26 orang, jumlah calon tersebut sebelumnya telah disepakati pada setiap dusun melalui musyawarah dusun.

Sebelum proses pemungutan suara, terdapat enam orang calon yang mengundurkan diri jadi bakal calon, sehingga jumlah akhir calon menjadi 20 orang. Rencananya, dari 20 orang calon akan diambil 9 orang yang meraih suara terbanyak dan selanjutnya akan ditentukan ketua BPD lewat rapat internal para anggota yang terpilih. (Faruk)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru