Sebarkan Berita Baik, Meminimalisir Konflik

Sebelum imtaq dimulai, Kabid IKP Diskominfotik NTB, Fairuz Abadi selaku moderator  mengingatkan kepada seluruh karyawan dan karyawati Diskominfotik NTB, yang secara kebetulan menjadi peserta imtaq agar menyampaikan informasi yang baik. Menyampaikan informasi (bukan hoax. red) yang baik itu merupakan kewajiban dan tanggung jawab dinas kominfotik NTB. Fairuz mencontohkan bagaimana penyebaran berita hoax di akhir-akhir ini semakin masif.  “Gara-gara jempol kita, konflik itu bisa terjadi,” ungkapnya

Fairuz mencontohkan berapa nyawa yang hilang gara-gara beredarnya berita bohong atau hoax tersebut. “Kemarin-kemarin, di Lombok Barat ada yang meninggal gara-gara penyebaran sms berita hoax,” lanjutnya

Kegiatan yang rutin dilakukan setiap hari Jum’at minggu pertama dan ke tiga itu, menghadirkan TGH. Muammar Arrafat, SH., MH sebagai penceramah. Sebelum imtaq dimulai, kepala Diskominfotik NTB, Tri Budiprayitno terlebih dahulu menyampaikan beberapa kalimat terkait kegiatan tersebut. “Imtaq ini dilakukan setiap hari Jum’at minggu pertama dan ketiga, minggu pertama imtaq secara umum (non Muslim juga bisa ikut. Red) dan minggu ketiga khusus yang Muslim,” ungkapnya

Dalam kesempatan tersebut, TGH. Muammar Arrafat menyampaikan tentang kenapa berita hoax itu bisa sampai ke kita. Muammar mengatakan bahwa berita hoax tersebut sampai ke kita karena kita juga senang dibohongi. Untuk itu, Muammar mengingatkan bahwa jangan cepat percaya sama informasi. “Maka ini hal yang harus diperbaiki, jangan asal percaya dengan berita-berita yang belum tentu kebenarannya, perlu dibuktikan kebenarannya terlebih dahulu,” ungkapnya

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru