Banjir Bandang Banjir Bantuan Dan Banjir Pengunjung

Banyak sisi lain pasca bencana Banjir yang melanda tiga kecamatan di kabupaten Lombok timur, di antaranya selain sebagai sarana beramal jariah juga bisa juga berfungsi sebagai pusat rekreasi dadakan bagi masyarakat yang datang dari daerah-daerah hulu sungai atau dari tempat lain yang datang menyaksikan akibat terjangan air, terlebih lagi dengan rencana hadirnya presiden Jokowidodo di lokasi pengungsian.

Banyak bantuan dari seluruh elemen masyarakat, kalangan mahasiswa, dan pejabat publik yang mengantarkan bantuan semenjak 19/11/2017 tentu sangat membantu masyarakat yang terkena dampak luapan air sungai meskipun tidak akan mampu mengganti kerugian yang ditimbulkan akibat bencana tersebut.

Musibah luapan sungai atau banjir setidaknya telah membuka mata hati kita, sekurang-kurangnya kesadaran kita untuk membuka pola pikir dan mengupload kesadaran ruhiyyah kita akan makna dan pentingnya sanitasi, irigasi, Daerah Aliran Sungai (DAS), dan Limbah Produksi dari pertanian, peternakan, perkebunan, dan segala profesi yang di lakoni dalam kesementaraan hidup di dunia ini.

Musibah Kemarin 18/11/2017 adalah tamparan paling keras dari Tuhan untuk menyapa kita yang masih saja bersikap apatis, dan kurang peduli terhadap Sanitasi, irigasi, dan DAS, saya yakin dan sangat bersungguh-sungguh bahwa kita tidak harus menunggu alam bosan melihat tingkah kita seperti yang dilantunkan Ebiet G Ade, lalu apa yang harus kita lakukan?

Sekurang-kurangnya terdapat tiga faktor atau lebih yang menyebabkan terjadinya musibah itu:

  1. Sedimentasi atau pendangkalan sungai, hal inilah yang menjadi penyebab luapan air sungai.
  2. Absorbsi air oleh tanah yang berkurang. Penyebab kedua ini tak akan saya perpanjang bahasannya disini karena hal ini telah lama dikampanyekan Hasanai Juwaini yang mendapat banyak penghargaan atas jasanya.
  3. Tingginya intensitas curah hujan diseluruh wilayah DAS.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru