Membangun Negara Dari Desa

Festival Desa Benderang informasi Publik (DBiP) Nasional 2017 dengan tema Menurunkan Angka Kemiskinan Melalui Penerapan Pemerintahan Terbuka.  Semangat juang yang sudah dipersiapkan sejak beberapa bulan yang lalu oleh para panitia dan komisioner KI selaku penyelenggara secara terus menerus mengkomunikasikan keberbagai pihak, mulai dari jajaran pemrov NTB, terutama KI Pusat dan pejabat lainnya memastikan untuk hadir diacara kelas Nasional bahkan dari beberapa  pejabat publik yang di Pusat hadir dalam mengisi Seminar Nasional sebagai rangkaian kegiatan ini. Salah satunya Pria yang yang selalu memberikan pembelajaran tentang banyak hal sehingga hari ini kami dari Tim Media IKP Kominfotik Prov.NTB, sebagai moderator kali ini adalah Fairuz Abadi yang biasa disapa akrab Abu Macel, sehingga perserta dari berbagai utusan seperti dari pihak desa mulai dari Kades, Sekdes dan BPD Desa berkesempatan hadir dalam mengikuti acara yang ada di Indonesia.

Tak luput pula dari peran  Media Cetak, TV, online dan yang lainnya yang ada di NTB, bahkan Kampung Media merupakan portal jurnalisme warga NTB, sebagai media pemerintah yang terbentuk tahun 2008 beberapa tahun yang lalu sebagai ujung tombak selalu terus menerus menyebarkan informasi-informasi persiapan acara DBIP jauh-jauh hari sebelumnya memviralkan acara ini keseluruh media. Media ini sebenarnya ulama dalam dunia digital sebagai media dakwah dalam memberitakan, menginformasikan hal-hal yang yang baik.

Kata pria berkacamata Fairuz Abadi yang pemikirannya ketika berbicara selalu ada hal-hal unik, inspiratif walaupun bercanda tapi bermanfaat, sehingga itu menjadi nilai inspiratif yang sekiranya patut untuk diambil dan direplika dalam keseharian kita dalam bergaul dengan berbagai pihak mulai dari amaq kangkung sampai pejabat.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekda Provinsi NTB Ir.H. Rosyadi Sayuti, Dalam kesempatan itu menyampaikan tentang kondisi dalam pengentasan keminskinan di NTB. Tentunya ini menjadi tugas bersama sebagai pemerintah dalam mewujudkan masyarakat NTB menurun tiap tahunnya. Harus tetap berusaha dan berdoa untuk mengubah NTB setidaknya masalah kemiskinan ini menjadi masalah yang harus diselesaikan bersama kata Rosyadi saat sambutannya, pria yang masih cukup tergolong muda menjadi Sekda provinsi NTB saat ini.


Dipertegas lagi oleh Wakil Bupati KSB, Fud Saifudin saat menyampaikan orasi ilmiahnya dalam membangun KSB, salah satunya dengan cara membangun gerakan bersama mulai dari kpala dina, camat, desa langsung terjun ke masyarakat untuk mendata sensus  langsung bukan survey terhadap masyarakat yang tergolong miskin setelah itu ketika datanya sudah jelas langsung kemudian membuat program untuk masyarakat salah satunya dengan membangun jamban secara gratis kepada masyarakat.

Lebih dipertegas lagi oleh kepala BAPPEDA Provinsi NTB Ridwan Syah, mengatakan salah satu Provinsi di Indonesia adalah NTB yang paling progres sejak kepemimpinan Gubernur NTB saat ini Dr.TGH Muhammad Zainul Majdi yang akrab di sapa Tuan Guru Bajang (TGB), melihat data dari 10 tahun terakhir ini dulu angka kemiskinan di NTB 24 %, dan pada tahun ini NTB mampu menurunkan angka kemiskinan menjadi 16 %. Salah satunya KSB sudah diakui  satu-satunya kabupaten yang ada di NTB ini dalam mengatasi pengentasan kemiskinan. Merupakan Kabupaten  yang terbilang baru  cukup muda mampu menangani yang selama ini menjadi permasalah yang dihadapi oleh masyarakat KSB yaitu pada bidang kesehatan, pendidikan, keagamaan, dan yang lainnya.  Harapnya kedepan pemerintah mulai dari kepala daerah kabupaten/kota di NTB termasuk Camat, pemerintah desa, dan pemangku kebijakan publik dalam perancanngan pembangunan NTB bersinergis bersama-sama berjuang  dalam mengentaskan kemiskinan di masyarakat kota maupun desa.

Dalam kepemimpinan selama ini orang nomor 2 di KSB menggunakan sistem yang sederhana yaitu dengan pelayanan terbaik kepada masyarakat secara terbuka dan transparan ungkapnya saat memberikaan sekapur sirih dalam membangun kabupten KSB.


Di tengan ribuan peserta dari mahasiswa yang ada di NTB berkumpul mendengarkan sosok-sosok inspiratif yang mempunyai inovasi baru dalam membangun daerahnya. Disesi-sesi terahir acara moderator nasional bahkan internasional yang terkenal saat meminpin seminar tersebut mampu membuat ribuan orang-orang hebat yang berasal dari seluruh desa, termasuk kades, sekdes, kepala BPD Desa seluruh daerah Indonesia berdatangan  mencari ilmu pengetahuan dan pengalaman berkumpul  dengan orang hebat yang berasal dari desa dalam forum Seminar nasional.

Semuanya itu membuat kondisi forum itu bertepuk tangan dan tersenyum ketika mendengarkan pria yang muda bersemangat dalam memandu acara dari awal sampai akhir dan salah seorang ketua NU Kota Mataram saat ini yaitu biasa disapa akrab Abu Macel mengatakan tanpa NTB maka Indonesia tidak ada, karena NTB itu mampu menginspirasi Indonesia bahkan Negara dunia lainnya yang penuh dengan sosok-sosok inspiratif, dan orang-orangh hebat itu berasal dari Desa, boleh berasal dari desa tapi secara pemikiran harus berpikir nasional bahkan internasional dalam membangun daerah dari desa untuk Indonesia, dan saatnya pemerintah membangun Negara Indonesia dari Desa dari bidang pendidikan ekonomi dan wisata desa.


Pemerintah sebenarnya harus memberikan fasilitas mendukung dalam pembangunan desa mulai dari segi infrastruktur jalan, jaringan internet untuk masyarakat bisa mengakses informasi dan keamanan masyarakat sangat dibutuhkan. Tentu fasilitas semua itu terpenuhi  harus sama tidak ada lagi perbedaan layaknya desa yang terkenal secara nasional di bidang pendidikan, prekonomian masyarakat bahkan wisata desa yang terkenal dan populer menjadi program nasional. Ketika sudah berjalan maka akan tercipta sumber daya manuisia yang handal mampu bersaing dan menjadi tantangan kedepan, karena dunia itu ada dalam genggaman tangan bahkan ujung jari, kemajuan dibidang teknologi semakin canggi dan masyarakat desa dituntut menjadi masyarakat yang hebat dan mandiri secara ekonomi dan gagasan ide kreatif. Jika kalau tidak maka masyarakat desa akan tertinggal tidak akan bisa berkembang kalau pemerintah tidak menyediakan fasilitas yang mendukung dan perhatian yang lebih dalam pembangunan Negara Indonesia dari desa.(San_ikp)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru