Babakan Masih Alami

Bebarapa hari yang lalu saat menginap dirumah teman perjuangan ketika masih status menjadi mahasiswa beberapa tahun yang lalu. Namanya Ahmad Saiful Wardi orangnya baik banget selalu ada cerita unik yang membuat kita tertawa ditengah sibuknya urus organisasi sebagai wadah untuk belajar berbicara dan sebagainya.

Malam itu memang saya di pagutan Karang Genteng Mataram habis jual motor Grend sebagai tambahan untuk beli sepeda motor metik zaman now, bukan soal apa karena juga sudah lama dipake ke Mataram sejak tahun 2012 yang lalu saat semester 3, dan itulah motor perjuangan sampai saat ini bisa berada di sini meniti karir kedepan lewat dunia tulisan dan fotografi. 

Bukan soal apa, tapi  itu menjadi kebutuhan dalam mendukung fasilitas kerja agar nyaman bekerja dan mudah bisa pergi liputan dalam menunjang kinerja kedepan lebih baik, sehingga untuk sementara ini masih minjem motor punya kakak kandung dirumah.

Pas paginya saat pulang diantar sampai di kantor Camat Sandubaya Cakranegara yang kebetulan dia juga menjadi staf panwascam disana. Namun dalam perjalanan sebelum nyampai kantornya kira-kira 100 meter dari rumah teman ini yang di babakan, terlihatlah pemandangan yang cukup bagus, inisiatif untuk turun dari motor mengambil gambar pemandangan gunung rinjani dari jarak yang cukup jauh seperti foto yang tertera di sini pikirannku memang tidak mau ketinggalan momen waktu itu.

Terasa sangat indah sekali bisa menikmati pemandangan yang masih alami dengan udara yang segar, mungkin bagi orang itu tidak mungkin berada di tengah kota tepatnya di babakan yang biasa disebut dengan usaha roti yang terkenal.

Dalam foto itu orang yang saya perlihatkan hampir tidak percaya untuk dan tidak tahu tempatnya dimana, bahkan di kirain patung yang berdiri saat itu ketemu dengan polsek Cakra Hadi, padahal itu saya dalam foto. Mungkin dalam tulisan ini semua orang membaca kondisi lingkungan persawahan yang ada di kota mataram yang saat ini hampir punah yang diupenuhi dengan bangunan Hotel yang menjulang tinggi kelangit.

Kedepan tentu hal ini sangat penting untuk diperhatikan oleh pemerintah untuk mempertahankan persawahan milik masyarakat kota mataram yang hampir punah ini agar tetap menjadi aset milik masyarakat dan bukan untuk dijual dan lain sebagainya. Dengan begitu lingkungan kota akan terjaga keindahannya yang patut untuk dilestarikan seccara bersama-sama. []

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru