Pengalaman Pertama Dimalam Anugrah

Benar kata temanku bulan ini dunia rasanya brisik sekali. orang orang bicara bukan hanya tentang pilkada dan pildes tapi tentang agama yang yang dipolitisir.dibuat semacam pencitraan bahkan sampai pada persoalan layak masuk surga dan neraka dengan alasan negara.tentang alasan mencedrai dan seNTB bahkan Seindonesia masalah.

aku ingin bercerita kepadamu tentang kesan. tentang perasaan lebih jauh tentang hobby dan kegemaran orang orang yang memiliki dunia dalam dunia yang berbeda (State) diluar kehidupan sementara. ya..... tentang kampung ditengah kehidupan super canggih yang di sangat mudah di tempuh layaknya seperti surga atau neraka dalam hadits dan ayat suci.

malam ini bahkan dari semenjak siang tadi saya mendatangi sebuah hotel yang tergolong sangat mewah untuk ukuran rumah tempat istri dan anak anak saya yang hendak roboh. kalau siang tadi ada acara jambore dan temu kreatif yang isinya motivasi dan seputar capaian komunitas jurnalis atau citizen seNTB dalam sebuah alam gaib yang disebutnya sebagai Social Network. Lombok Astoria Hotel tepatnya nama lokasi acara gelaran Dinas Kominfotik NTB.

semua perasaan menyatu padu mulai dari bangga. tersanjung. penasaran karena ini kali pertama. bahkan sampai perasaan biasa biasa saja karena saya meyakini kemampuan jurnalistik yang masih tergolong dibawah standar layak headline sampai kontestan yang berhak mendapat penghargaan dan anugrah.

Ada kesan istimewa dari Fairuz Abu Macel saat mengomentari kehadiran saya diruangan hotel. saat itu Fairuz menjelaskan kepada Kadis Kominfotik NTB. tentang kekuasaan tertinggi makhluk yang diciptakan tuhan untuk ummat islam yang mampu menghentikan seluruh aktifitas semua profesi saat aku berteriak di depan mokrofhon saat adzan disertai riuh tepuk tangan.

Lombok Astoria Hotel - 9 Desember 2017

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru