Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Melalui Wisata Desa

Beberapa hari yang lalu kepala bidang pariwisata Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)  cabang Mataram, menggelar diskusi tentang peluang dan ancaman dalam perkembangan dunia pariwisata saat ini untuk pertama kalinya.


Acara diskusi itu dihadiri oleh kader-kader hmi yang ada di kota Mataram yang berlangsung di halaman parkir Kampus IKIP Mataram. diskusinya berjalan lancar yang pada waktu itub pematerinya yang disampaikan oleh Amir Mahmud selaku alumni Hmi cabang mataram.

Pria yang masih sangat muda ini dengan pemikiran yang cemerlang membangun desa melalui daerah pesisir pantai, dan sebagai salah satu tokoh pemuda pelopor pembangunan desa Wakan jeruwaru Lombok timur melalui wilayah pesisir masyarakat nelayan dengan ikut terlibat dalam program pengadaan untuk pembagian alat mesin kapal nelayan bebrapa minggu yang lalu.

Dengan begitu masyarakat nelayan mudah dalam menangkap ikan dilaut wilayah pesisir bagian selatan Lombok timur. Karena mereka menggantungkan kebutuhan hidup keluarganya. Dan itulah yang sangat penting untuk diperhatikan oleh pemerintah yang menangani bidang itu.

Lanjut diskusinya berjalan alot yang dimulai dari selesai ashar sampai berakhir malam, dan saya mengikutinya sampai akhir karena lumayan menarik diskusinya dengan membahas potensi wisata desa yang ada di daerah tempat masing-masing tinggal sebagai daerah tempat kelahiran kita. Saatnya membangun Negeri melalui desa wisata dengan tetap menjaga aktivitas pertanian di persawahan masyarakat desa, dan itu menjadi daya tarik atau nilai wisata yang indah nan alami dan bisa saja itu direplika atau diadopsi seperti yang ada di desa Stanggor Lombok tengah.

Semuanya akan menjadi peluang ekonomi jika kita bisa berpikir kreatif yang tidak hanya mengandalkan penghasilan persawahan ketika panen. Dengan dijadikannya wisata desa di persawahan maka itu akan menambahkan nilai ekonomi sebelum panen padi masyarakat bisa bertambah kemasukan atau pendapatannya melalui wisata persawahan yang ditata dengan rapi nan indah dengan disediakannnya tempat spot-spot selfi, warung kofi ditengah sawah dibuatkan berugak tempat dijadikannya untuk pengunjung bisa menikmati makan khas Lombok pelecing kangkung, pelalah ayam, sayur bening rebung atau yang lainnya.

Jika ini bisa berjalan dengan baik maka desa akan ramai layaknya kota, atau layaknya desa wisata yang terkenal di belahan dunia laninnya. Tentu masyarakat setidaknya bisa makmur sejahtera terpenuhi kebutuhan keluarganya. Semuanya itu akan menjadi indah pada waktunya jika kita bisa berjuang bersama-sama, butuh kerja keras dan pengorbanan. Hal ini tidak mudah dilakukan jika tidak pernah untuk dimulai dan dicoba mulai dari saat ini didesa kita masing-masing.(San_ikp)

.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru