Sembako Buat Masyarakat Pesisir Pantai

Mataram INMAS,_Bhakti sosial berupa membersihkan sekaligus mengangkat sampah yang berserakan di sepanjang pesisir pantai Melayu Bangsal Ampenan Kota Tua dan penyerahan sembako, pakaian layak pakai dan beberapa peralatan kebersihan kepada masyarakat nelayan pesisir pantai adalah merupakan salah satu agenda dalam rangka memeriahkan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Ke-72 Provinsi NTB

“Kebersihan adalah setengah dari pada iman, mari kita Bersama-sama untuk menjaga pantai kita dari sampah dan kotoran agar kita merasa nyaman menikmati indahnya pantai ini” tutur H. Nasruddin Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam sambutannya mengajak masyarakat pesisir pantai untuk Bersama-sama membersihkan pantai dari kotoran dan sampah yang berserakan.

“Kementerian Agama dalam usia 72 tahunnya sudah bisa dianggap cukup matang dan kami ingin dalam kedewasaan ini melakukan kegiatan-kegiatan sosial seperti membersihkan lingkungan dan menyerahkan sedikit rezeki kepada Saudara-saudara kita yang masih kekurangan” disampaikan H. Nasrudin dalam sambutan tunggal kegiatan bhakti social memeriahkan HAB Kemenag RI Ke-72 di Kampung Melayu Bangsal Ampenan Kota Tua, “Jangan melihat dan menilai harganya, namun apa yang bias kami bagi ada manfaatnya” tambah H. Nasrudin.

Selanjutnya seluruh peserta sekitar 700 orang Karyawan/wati Kementerian Agama berpencar disepanjang pesisir pantai Kampung Melayu Bangsal untuk membersihkan kotoran dan sampah Bersama masyarakat nelayan sekitar pesisir pantai, demikian juga para Pejabatnya, termasuk Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB H. Nasrudin Bersama Pejabat Eselon III dan IV memegang sapu sebagai alat mengumpulkan sampah-sampah yang berserakan tersebut.

Sebelumnya, H. Nasrudin menyerahkan sembako dan pakaian layak pakai secara simbolis kepada 3 orang perwakilan masyarakat pesisir yang disaksikan Kepala Bagian Tata Usaha, Pejabat Eselon III dan IV Kanwil Kemenag Provinsi NTB, Lurah Ampenan Tengah Asbullah, Kepala Lingkungan Kampung Melayu Bangsal Muhammad Nur dan masyarakat sekitar pesisir pantai.

LA

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru