Sembalun Berduka

 


KM. Sajang Bawak Nao _ Debit hujan Januari 2018 mengakibatkan bencana yang terjadi di Pusuk Sebalun, tepatnya sekitar 500 meter dari puncak wisata pusuk sembalun, letaknya di tempat pengerjaan pelecaran jalan.

Diduga tanah kerukan bukit tidak mampu menahan besarnya debit air yang dikeluarkan dari tanah yang cadas dan mudah longsor jika terkena hujan, tembok penyanggah yang dibangun belum rampung shingga longsor terjadi dari atas tembok penyanggah yaitu tanah yang belum di beton.

Pada peristiwa ini, memakan 1 korban warga jorong atas nama Amak Riki (Bapak Riki) usia 35 tahun yang dimana almarhum terseret longsor susulan di bukit pusuk sembalun yang dimana tumpokan material longsor menimbun kendaraan yang dipakainya bersama rekan-rekannua.

Kabarnya, korban pulang dari pasar Baratais Mataram mengantar barang dengan kendaraan yang pakainya. Kendaraan roda 4 dengan Nomor Polisi B. 1977 LD. Bersama 2 rekannya. Setiba kdi Pusuk Sembalun, telah terjadi longsor terlebih dahulu, karena khawatir melintasi bekas longsor tersebut akhirnya kedua rekannya mencoba untuk mengecek longsor tersebut apakah mereka bisa lewat atu tidak.

Ketika mereka memeriksa bekas longsor tersebut akhirnya datang longsor susulan yang menghantam mereka sapai kendaraan yang mereka pakai tertimbun oleh material longsor dan menewaskan Amak Riki pengendara mobil tersebut.

Pada pukul 06.00 pagi warga Jorong dan Sembalun Bumbung langsung berkerumunan mendatangi lokasi tersebut untuk mengepakuasi korban dengan menggunakan alat seadanya dan pada pukul 07.25 korban langsung dilarikan ke puskismas sembalun bumbung.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru