Banjir Di Dompu Rendam 1.120 Rumah Warga Di Dua Kecamatan

Dompu, Kampung Media - Banjir yang terjadi di Kabupaten Dompu, NTB Senin (05/03/2018) sekitar pukul 16.49 Wita, merendam 1.120 unit rumah warga di dua kecamatan, yakni Kecamatan Woja dan Dompu. 

Kecamatan Dompu merupakan yang terapah dilanda banjir, tepatnya di Kelurahan Potu. Disana, 500 unit rumah warga yang terendam banjir dengan ketinggian mencapai atap. Sementara di Desa Kareke tercatat 50 unit rumah dan Kelurahan Karijawa hanya 20 unit rumah. 

Di Kecamatan Woja, kondisi terparah dialami oleh kelurahan Kandai II. Tercatat 300 unit rumah warga yang terendam. Di Kelurahan Simpasai 150 unit rumah dan di Desa Wawonduru sebanyak 100 unit rumah. 

Dua kecamatan yang terdampak tersebut merupakan jalur yang dilalui oleh Sungai Rabalaju. Dimana, banjir disebabkan oleh luapan sungai ini dan banjir kiriman dari sungai hulu. 

Pada masing-masing desa dan kelurahan yang ada di dua kecamatan tersebut, tidak ada yang mengalami kerusakan, baik parah maupun ringan. Hanya saja terdapat perabotan yang terbawa arus banjir. 

"Lokasi yang tergenang air luapan sungai Rabalaju khususnya di Kecamatan Dompu, diantaranya Lingkungan Magenda, Lingkungan Soriwono, Lingkungan Rato dan Lingkungan Sigi,” sebut Kepala  BPBD Kabupaten Dompu,  Drs. Imran., pada wartawan Senin petang. 

Jumlah rumah yang tergenang tersebut diperkirakan akan bertambah. Kata Imran, pihaknya tengah memperbaharui data di Kecamatan Woja. 

"Kami tengah memperbaharui data di Kecamatan Woja," jelasnya. 

Imran mengaku belum bisa memastikan besaran kerugian yang dialami warga, namun diperkirakan mencapai Milyaran rupiah. 

Hal itu diperkuat dengan banyaknya ternak, kendaraan, dan perabotan rumah warga terbawa arus banjir. 

Berdasarkan hasil pantaun, banjir mulai surut sekitar pukul 19.51 Wita malam tadi. Warga mulai membersihkan rumah dari lumpur. Bantuan mulai dari air mineral, makanan nasi bungkus dan mie instan mulai berdatangan. 

Hingga pagi ini, warga masih terus melakukan pembersihan. Warga mulai mengeluhkan kurangnya kebutuhan pokok. (Faruk) 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru