Langit Indah di Malam Nifsu Sya'Ban

Bergema lantun ayat suci mulai senja menutup hari (30/4) di setiap sudut kota di bentang Pulau Seribu Masjid, Lombok. Menjadi tradisi masyarakat yang lekat dengan ke-Islamannya, dalam setiap peringatan. Di setiap masjid lantun ayat suci Al Qur'an dikumandangkan menghias malam. Biasanya masyarakat membaca surat Yasin sebanyak tiga kali. Tentunya untuk memohon ampunan, keselamatan, dan keberkahan hidup. 
Malam Nifsu Sya'ban bertepatan pada peetengahan bulan Sya'ban. Bulan terakhir menjelang Ramadhan. Pada tanggal 15 dalam kalender Hijriyah. Seluruh umat Islam merayakannya dengan berbagai amalan seperti berpuasa di siang harinya, membaca Al Qur'an, berdzikir, dan berbagai amalan atau ibadah untuk mengharap ridho Allah SWT. 
Malam ini terdapat beberapa keistimewaan dan kemuliaan. Di mana Allah akan memberikan pengampunan kepada orang yang minta ampunan di malam Nisfu Sya'ban, memberikan kasih-Nya kepada mereka yang meminta kasih sayang, membebaskan sekelompok penghuni neraka, menjawab setiap do'a mereka yang meminta kepada-Nya, serta melapangkan orang yang sedang dilanda kesusahan. 
Tidak hanya kemuliaan bagi manusia, tetapi juga keindahan dihadirkan Allah SWT malam ini, terutama bagi masyarakat di seputar Mataram. Langit cerah dan bulan yang tampak terang, menjadikan malam begitu khusyuk. Gumpalan awan-awan tampak menyiratkan sebuah pesan tentang cinta. Sesaat tampak awan berbentuk cinta di langit Lombok yang begitu nampak jelas di antara sorot sang purnama. 



Photo awan berbentuk menyerupai simbol cinta (hati) itu di ambil dengan menggunakan kamera ponsel. Malam hari di sekitar Labuapi, Lombok Barat sekitar Pk. 21.13 WITA. Kekhusyukan malam bercampur tabur cinta, menjadikan Nifsu Sya'ban terasa semakin istimewa. Meski itu hanyalah sebuah fenomena alam biasa, tetapi memaknainya sebagai hal positif tentunya tidak menjadi soal. 
Fenomena ini tentu saja menjadi sebuah harapan sebagai penanda hal baik. Baik bagi masyarakat pada umumnya dalam menggapai cinta Tuhan, Allah SWT. Sedikit yang dihadirkan dalam gurat semesta itu, hanyalah sedikit kisah atas cinta Allah SWT yang begitu besar. Segala doa dan harapan manusia yang tengah menghamba adalah wujud ketakberdayaan manusia di hadap Sang Pencipta. Adalah syair-syair indah yang penuh makna, menjaga keutuhan jiwa dalam berTuhan. 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru