Lestarikan Budaya Lewat Festival Sampa Loja

Dompu, - Unik dan kreatif, itu lah yang dilakukan oleh warga Desa Jambu, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam menjaga kelestarian budayanya. 

Mereka tak ingin menghilangkan begitu saja cara atau tradisi lama dalam mencari ikan dilaut sejak dulu. Lewat Festival Sampa Loja, tradisi mencari ikan dengan sampan tanpa bantuan mesin  yang berkembang seperti saat ini, dihelat untuk mengingat kembali betapa syahdunya mengarungi laut dengan sampan dayung melalui layar yang hanya ditiup oleh angit laut agar berlayar. 

Warga nelayan desa Jambu menggelar kegiatan ini hanya sekali dalam setahun, tujuannya agar melestarikan budaya atau kebiasaan melaut menggunakan Sampan Layar. Seperti yang digelarnya Rabu 12 hingga 14 September 2018 lalu. 

Sampa atau Sampan Loja adalah sebutan lokal bagi masyarakat pesisir laut yang ada di Kabupaten Dompu. Sampa berarti Perahu dan Loja adalah Berlayar atau Layar. Sehingga Sampa Loja adalah Kapal Berlayar yang digunakan oleh nelayan lokal sejak dulu sebelum adanya mesin penggerak kapal. 

Para peserta dalam festival tersebut merupakan para nelayan setempat dan diikuti oleh nelayan pesisir yang ada di sekitar lokasi kegiatan seperti Jala dan Cempi Jaya, Kecamatan Hu'u. 

Keberlangsungan acara pun sangat ramai dan antusias diikuti oleh para peserta serta ditambah oleh ramainya warga yang datang dari berbagai wilayah Dompu untuk mrnyaksikan langsung kibaran Sampan Layar yang melaju diatas laut hanya dengan bantuan tiupan angin itu. 

"Sampa Loja (Perahu Layar) ini merupakan alat transportasi jaman dulu sebelum ada mesin, para nelayan menggukan perahu layar untuk melaut, Agar tetep terjaga kelestariannya, makanya di adakan lah lomba perahu layar ini," kata warga setempat. (Faruk)




Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru