Trauma Healing di Desa Batu Putih

Sumbawa Barat. Diskominfo - Rangkaian Kegiatan penanganan trauma akibat bencana gempa bumi oleh Yayasan Pelangi Nusa Tiga Kertasari kembali dilaksanakan hari ini (Kamis, 4 Oktober 2018) di Kantor Desa Jorok Tiram Dusun Batu Putih Desa Jorok Tiram Kecamatan Taliwang. Kegiatan trauma healing yang menyasar kaum perempuan dan anak ini merupakan kegiatan yang didanai dari sumbangan Mahasiswa Universitas Negeri Surakarta Solo yang beberapa waktu lalu melaksanakan PPL di Desa Kertasari dan sekitarnya.

Pemateri yang dihadirkan hari ini berbeda dengan Desa Kertasari. Bila di Desa Kertasari menghadirkan pendamping kegiatan dari Bappeda Kab. Sumbawa Barat, di Dusun Batu Putih Desa Jorok Tiram menghadirkan Dinas Kesehatan yang pada kesempatan ini diwakili oleh Dwi Lapitarini, S.KM, BLH oleh Dedy Damhudi dan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Perlindungan Perempuan dan Anak Kab. Sumbawa Barat (DP2KBP3A KSB)  yang diwakili oleh Allein Erida Daeng Iji, S.Psi, M.PSi.

Andi Irma selaku pembina Yayasan Pelangi Nusa Tiga dalam keterangannya, menjelaskan tentang Kegiatan ini yang berpatokan pada motivasi yang berbasis religi, selain itu kegiatan Phsycologycal First Aid (PFA) ini dalam pelaksanaannya tidak hanya berupa sosialisasi semata namun juga diisi dengan pelatihan keterampilan misalnya kerajinan tangan untuk ibu-ibu dan sesi mewarnai yang diperuntukkan bagi anak-anak yang terdampak gempa. Berdasarkan data yang diperoleh Pemerintah Desa Kertasari dan sekitarnya, ada 10 orang yang mengalami trauma akut pasca gempa.

Peserta kegiatan masih disasarkan pada ibu-ibu rumah tangga dan anak-anak yang merupakan korban gempa di Dusun Batu Putih Desa Jorok Tiram dan sekitarnya. Hal ini dilakukan karena ibu- ibu diharuskan untuk mampu menopang dan memberi terapi positif kepada seluruh anggota keluarganya.

Hal yang membedakan kegiatan hari ini dengan hari sebelumnya adalah target audiens yang pada hari pertama di tergetkan untuk Guru dari jenjang pendidikan anak usia dini sampai dengan anak jenjang Sekolah Dasar. Kali ini disasarkan pada ibu-ibu rumah tangga yang dapat dimaksimalkan pada keterampilan tangan. Badan Lingkungan Hidup memberikan pengarahan tentang cara membuat kerajinan dari limbah daur ulang menjadi benda-benda yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. " Kita harus menyayangi alam sekitar karena kita hidup dari alam. Rusaknya alam yang banyak kita saksikan dimana-mana adalah akibat ulah manusia" kata Dedy.

Diakhir acara Badan Lingkungan Hidup telah berkomitmen dengan Aparatur Pemerintah Desa Batu Putih untuk menjadi Desa binaan BLH dalam pengelolaan sampah dan lingkungan. Diskominfo Sumbawa Barat/tifa/ika. Dok. Dian

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru