Psikososial Lakpesdam NU Untuk Anak Lombok

Mataram, - Kejadian gempa atau pengalaman hidup yang sulit dapat menimbulkan dampak psikologis dan sosial terhadap orang yang terdampak termasuk anak-anak, termasuk terhadap keberfungsian keluarga dan masyarakat. Gempa bumi yang menimpa pulau Lombok telah mengakibatkan rusaknya fasilitas publik, rumah penduduk, trauma,  hingga jatuhnya korban jiwa. Situasi ini tentu menimbulkan gangguan psikologis dan sosial di tengah masyarakat, khususnya kondisi psikologis dan sosial anak. 08/10/2018

Anak-anak adalah bagian penting yang harus diintervensi sebagai obyek yang terdampak gempa secara langsung, mereka harus terjaga dari rasa takut, trauma, serta kemungkinan potensi kekerasan sebagai dampak ikutan pasca gempa yang dapat mengancam mereka. 

Lakpesdam NU Kota Mataram dalam menanggapi Bencana Yang terjadi memfokuskan di Psokologi dan sosial. “Untuk menangani dampak gempa, perlu dilakukan intervensi untuk memulihkan kondisi psikologi dan sosial anak agar mampu melewati situasi krisis yang selama ini dirasakan, serta dikemudian hari dapat menghadapi situasi sejenis dengan lebih baik”, ungkap Jayadi Ketua Lakpesdam NU Mataram.

Sebagai bentuk respon NU untuk menjaga semangat dan optimisme anak-anak yang terdampak gempa, Lakpesdam NU Mataram telah menyiapkan program psikososial bagi anak.

Kegiatan yang akan dilakukan ditiga lokasi di Mataram ini sudah dimulai dengan menyiapkan koordinator dan relawan dimasing-masing lokasi yang nantinya akan disebar untuk memberikan psikososialn untuk Korban. “ Sejauh ini kita sudah melatih masing-masing koordinator dan pendamping untuk mengawal kegiatan psikososial dilokasi-lokasi yang terdampak gempa cukup parah. Setidaknya ada 15 relawan terlatih untuk mengawal kegiatan psikososial.” Terang Jayadi 

Kegiatan Psikososial ini diharapakan bisa membentuk anak-anak yang tangguh dan semangat yang tinggi. “Dengan kegiatan ini kita berharap anak-anak mendapatkan keterampilan beradaptasi, serta   sejak dini anak-anak memiliki ketahan diri dalam menghadapi bencana yang berpotensi mereka alami.” Terangnya

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru