Simulasi Pengurangan Resiko Bencana di Sekolah

KM.Serambi_Brangrea; Kejadian Gempa Bumi yang melanda Bumi NTB beberapa waktu lalu masih meninggalkan trauma dan luka mendalam bagi masyarakat. Tidak hanya saudara kita di Kabupaten Lombok Utara, saudara- saudara kita di kabupaten Sumbawa Barat hingga saat ini juga merasakan hal sama. Oleh karenanya diperlukan upaya menghilangkan rasa trauma yang masih melekat serta upaya pencegahan ataupun kesigapan terhadap kemungkinan gempa bumi susulan.

Daerah Sumbawa barat memiliki resiko gempa tergolong tinggi dengan skor 152 dan nomor urut 284 dari 512 kab/kota Se Indonesia (data BPBD NTB). Oleh karena itu kesiapan dan kesigapan seluruh komponen masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut sangat diperlukan tidak terkecuali yang berada di lingkungan pendidikan.

Mengapa sekolah dijadikan sasaran Penerapan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB dengan alasan sebagai berikut:

  1. Jumlah siswa cukup banyak yang memungkinkan tersebarnya pengetahuan tentang penanggulangan Bencana lebih luas.
  2. Rasio guru dan siswa yang tidak sebanding sehingga tidak mungkinkan bagi guru untuk menangani siswa seluruhnya padahal siswa berpotensi untuk menolong diri sendiri jika dilatih.
  3. Karena sekolah merupakan lembaga formal maka kelanjutan informasi bisa terjaga atau dipertahankan.

Hari ini sabtu (13/10) di SMK Negeri 1 Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat sendiri  terjadi gempa bumi yang mengakibatkan satu orang guru dan belasan siswa mengalami luka berat. Dengan sigap dan sesuai arahan guru siswa lainnya menangani dan membantu guru maupun siswa yang terluka sebagai bentuk pertolongan pertama. Hal ini menjadi bagian dari rangkaian pelatihan dan simulasi kegiatan pengurangan resiko bencana yang dilaksanakan tiga hari dari tanggal 12 hingga 13 Oktober 2018 oleh BPBD NTB dibawah koordinator H. Ridho Ahayana, SE., MM.


Selama kegiatan berlangsung siswa sangat antusias dan penuh semangat. Segala bentuk pembekalan berupa teori dan simulasi diikuti siswa dengan sepenuh hati. Alhasil siswa merasakan manfaat yang cukup besar dari pengalaman yang mereka dapatkan. Mustika salah seorang siswa kelas XII Multimedia mengutarakan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga untuk menghadapi kemungkinan Gempa Bumi yang masih mengintai. Dari kegiatan ini kita disipakan agar bisa tanggap dan berfikir jernih untuk mengambil tindakan disaat situasi darurat, sungguh pengalaman yang luar biasa imbuhnya.

Selanjutnya pihak penyelenggara dari BPBD mengharapkan agar informasi ini bisa dipertahankan dan disebarluaskan kepada siapa saja agar semua orang memiliki pengalaman dan pengetahuan dengan bagaimana menghadapi situasi darurat. Jika penanganan sudah dilakukan dengan tepat maka kemungkinan bertambahnya korban bisa diminimalisir. Namun terlepas dari itu semua mari kita berdoa agar gempa bumi ataupun bencana lainnya tidak mengampiri kita semua. (c_benk VH)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru