Rakor Terkait Kasus Garut Menghasilkan 6 Point Keputusan Bersama

Untuk mengantisipasi kasus pembakaran bendera Hisbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Garut Jawa Barat pada Senin (22/10/2018) kemarin, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi NTB menggelar rapat koordinasi di Kantor Kesbangpoldagri NTB jalan Pendidikan Mataram, Selasa (23/10).


Usai Rakor, Danrem 162/WB Danrem 162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., dalam wawancaranya menjelaskan pelaksanaan rapat koordinasi tersebut,  tujuan untuk mencegah kejadian serupa  di wilayah NTB dan mencegah adanya kiriman berita hoax atau ujaran-ujaran kebencian yang tidak benar. Rakor menghasilkan enam poin keputusan bersama.

"Kami selaku FKPD Provinsi NTB berinisiatif dengan Kesbangpol dan tokoh-tokoh lintas agama untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi di wilayah NTB seperti yang terjadi di Garut, karena yang kita khawatirkan jangan sampai bergulir menjadi bola salju yang bisa menjadi ancaman yang cukup rawan dihadapkan dengan menjelang pelaksanaan Pileg dan Pilres 2019 nanti," jelas Danrem.

Adapun enam poin keputusan yang menjadi pernyataan sikap sebagai hasil rapat koordinasi tersebut yakni pertama, menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat NTB agar tetap menjaga keutuhan, ketentraman dan ketertiban masyarakat dan tidak berbuat hal-hal yang merugikan bagi persatuan dan kesatuan bangsa jika ditemukan indikasi permasalahan yang mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

 

Kedua, dalam menghadapi Pemilu 2019, kita perlu mewujudkan pelaksanaan Pemilu yang damai, demokratis dan berintegritas serta tidak menyebarluaskan isu-isu negatif yang dapat merusak nilai persatuan dan kesatuan bangsa.

 

Ketiga, terkait dengan peristiwa pembakaran bendera HTI di Garut Jawa Barat, sepenuhnya diserahkan kepada aparat Kepolisian untuk melakukan penegakan hukum.

 

Keempat, mengingatkan kembali, bahwa kita masih dalam suasana duka terkait dampak gempa yang terjadi di wilayah NTB. Untuk itu, kita perlu memperkuat kebersamaan sebagai upaya menuju NTB bangkit kembali.

 

Kelima, dihimbau  kepada seluruh masyarakat NTB apabila ditemukan indikasi permasalahan serupa agar segera dilaporkan kepada aparat keamanan TNI-Polri dan dimohon kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri guna mencegah terjadinya konflik.

 

Keenam, Meminta kepada Pemerintah Daerah fsn aparat keamanan untuk meningkatkan kewaspadaan terkait dengan perkembangan berita hoax dan ujaran kebencian di media sosial yang dapat merusak nilai persatuan dan kesatuan bangsa.

 

Rapat koordinasi yang dipimpina Kepala Kesbangpoldagri NTB H.L. Syafii dihadiri para pimpinan FKPD NTB dan tokoh lintas agama dan tokoh pemuda NW antara lain Danrem 162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., Kabinda NTB Drs. H. Tarwo kusnarno, M.Si.,Dir Intelkam Polda NTB Kombes Pol. Susilo Rahayu Irianto, Perwakilan Lanal Mataram Mayor Laut Agung S., Kasi Intel Korem 162/WB Letkol CZI Irawan Agung Wibowo.

 


Rapat tersebut diiluti juga oleh, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB Prof. Drs. Saiful Muslim, MM., Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) NTB Drs. H. Syahdan Ilyas, Ketua PHDI Drs. I Gde Mandra M.Si., Ketua Matakin (Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia) NTB Widjanarko, Ketua PWNU NTB Prof. DR. Masnun Tahir, Ketua Persatuan Gereja Indonesia (PGI) NTB Pendeta Viktor Hutauruk D. Min, Ketua Walubi NTB I Wayan Sianto, Ketua Dekenat NTB Romo Lorensius Maryono, Sekretaris PW Ansor NTB Irpan Suryadiata, Intel Kejati NTB  Muhammad isnaini, SH., dan Ketua 1 Pemuda NW NTB Abdurahman S.Pdi.,

 

"Kejadian di Garut sudah ditangani oleh Polda Jabar dan kita percayakan proses hukumnya kepada pihak Kepolisian setempat," kata Danrem 162.

 

Media massa maupun elektronik diminta membantu untuk menetralisir peristiwa ini dengan menshare hasil keputusan rapat yang ditandatangani bersama berisikan enam ponit sebagai pedoman agar tidak terjadi di wilayah NTB.

 

Saya menghimbau seluruh elemen dan komponen masyarakat untuk tidak terprovokasi dan berpikir jernih menghadapi masalah ini maupun masalah lain yang kita dengar. "Mari jaga bersama daerah kita, kita saling mengingatkan dan saling menjaga sehingga kita dapat hidup rukun dan damai," ajak Danrem 162 ini. (    )

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru