Wow, Ratusan Fasilitas Mewah Akan Warnai KEK Mandalika


Mega proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika semakin berwarna dengan fasilitas-fasilitas mewah. Pembangunan hotel, infrastruktur dasar, Solar cell, fasilitas publik dan lain-lain. Sudah mulai terlihat di kawasan dengan Luas lahan mencapai 1.250 hektare ini dikelola oleh PT Pengembangan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), sebagai badan usaha milik negara di sektor pengembangan kawasan pariwisata.

Direktur Pengembangan PT ITDC, Edwin menjelaskan perkembangan investasi yang sudah dan akan hadir di KEK Mandalika baik untuk pembangunan fasilitas hotel, sirkuit Moto GP, SWRO, Solar cell, infrastruktur dasar, fasilitas publik dan lain-lain. 

“KEK Mandalika menjadi salah satu KEK yang paling siap di Indonesia termasuk tentang pelayanan izin berinvestasi. Dengan adanya pendelegasian kewenangan perizinan dari BKPM-RI, DPM-PTSP NTB dan DPM-PTSP Lombok Tengah kepada Administrator KEK Mandalika, kami merasa benar-benar sangat membantu dan siap menerima investor,”  jelas Edwin kepada Wakil Gubernur NTB, Siti Rohmi Djalilah saat memantau perkembangan pembangunan KEK Mandalika, Selasa (23/10).

Selain itu, Edwin juga menjelaskan, terdapat fasilitas-fasilitas yang sudah terbangun antara lain bangunan bazar akan menampung 300-an UMKM, areal parkir, penataan pantai, gedung fasilitas publik seperti toilet, locker, shower hingga gedung balawista yang menyediakan ruang pertolongan keselamatan kecelakaan pantai/laut, ruang CCTV untuk mengontrol keamanan dan ketertiban kawasan. 

“Dalam proses pembangunan, kita juga sedang ada green design untuk Mandalika. Akhir tahun 2018 atau awal 2019 akan beroperasi 1000 kamar, fasilitas air bersih dan air laut sudah berdiri, Lahan seluas 1.135 hektar di sana akan dibangun 250 kamar oleh Hotel Pullman, Riyal Tulio dan Clubmate akhir tahun depan. “Pullman sudah groundbreaking” ungkapnya.

Sementara untuk pengembangan hotel itu, pihaknya akan memberdayakan masyarakat setempat untuk mendapatkan multiplier effect membantu perekonomian masyarakatnya “1 kamar butuh 1,5 orang jadi 1000 kamar butuh 1500 orang di 2019 dan lima tahun 5.000 kamar dan total sdm 7500 orang. Jadinya harus masyarkat setempat. Kita juga membangun politeknik di Praya untuk tenaga kerja yang handal,” sambung Edwin.


Setelah mendapatkan penjelasan detail di kantor PT ITDC KEK Mandalika yang berlokasi di basement masjid Nurul Bilad, Ibu Wagub di dampingi Kadis  PM-PTSP NTB - Lalu Gita Ariadi yg juga komisaris PT ITDC dan Kadis Koperasi UMKM NTB - Lalu Saswadi dan rombongan dipandu direktur operasional dan konstruksi untuk melihat langsung progress di lapangan dan berkomitmen untuk terus mendukung langkah-langkah strategis yang akan di tempuh PT. ITDC. 

“Pak Gite dan Pak Saswadi saya minta bantu PT ITDC menyelesaikan beberapa masalah sosial, budaya dan ekonomi yang ada agar semua pihak mendukung dan semua pihak mendapat keuntungan dengan hadirnya mega proyek ini,” harap Ibu Wagub kepada dinas terkait.


Di akhir kunjungannya, Siti Rohmi Djalilah dan rombongan mengunjungi dan melihat dari dekat progres pembangunan pullman hotel “Kami terus memacu agar konstruksi hotel pullman, paramount, royal tulip dan lain-lain berjalan sesuai perencanaan.  Diperkirakan awal 2020 pullman hotel siap untuk soft launching dan operasional,” kata Ngurah Wiryawan selaku Direktur Operasional dan konstruksi – AA kepada Ibu Wagub NTB. (Man)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru