FM Lobar Gedor Kantor Bupati Lobar


Giri Menang - KM. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Lombok Barat (FM Lobar), melakukan long marc menuju kantor bupati Lobar di Giri Menang Gerung, Kamis (10/1). Mereka menuntut pemerintah daerah setempat, segera mempercepat realisasi bantuan dana gempa bumi. Menurut mereka, pemerintah Lobar sengaja memperlambat realisasi, sementara masyarakat yang terdampak langsung masih meringis dan tidur kedinginan tanpa rumah. Setelah tiba di gedung putih, kantor bupati Lobar, mereka berorasi dengan penjagaan ketat anggota Polres Lobar dan Sat Pol PP. “Coba lihat di sana masih banyak warga kita yang tidur kedinginan, meringis kesakitan akibat gempa,” koar seorang orator dengan megaphone. Sementara puluhan teman temannya turut menyemangati dengan teriakan dan berjingkrak semaunya.


Menyikapi landasan hukum dan perundang-undangan, maka saat itu juga mereka dengan tegas menyatakan sikap, menuntut pemerintah Lobar agar bersikap kooperatif. Sedikitnya 6 butir tuntutan yang harus segera direalisasi. Pemerintah Lobar segera mempercepat realisasi bantuan dana gempa kepada para korban yang ada di Lobar. Mempermudah persyaratan penerimaan bantuan dana gempa, meningkatkan pengawasan distribusi dana, memberikan informasi yang transparan, mendesak pemerintah pusat menyelesaikan penanganan musibah gempa bumi di Lobar. Bila tuntutan ini tidak segera direalisasi, mereka akan melakukan aksi demo susuln dengan volume massa yang lebih banyak.


Pihak pemerintah Lobar segera melakukan negosiasi. Para pendemo akan diterima di Pendopo, bukan di gedung putih, karena di gedung ini tidak lagi ditempati bupati dan OPD lain, karena kondisinya rusak akibat terjangan gempa beberapa bulan lalu. Namun pihak FM masih bertahan, tetap ingin bertemu bupati Lobar, H.Fauzan Khalid. “Tidak, kami ingin tetap bertemu bapak bupati sampai kapanpun,” kata Fahmi sang koordinator lapangan. Dia kembali naik ke atas tangga lobi depan kantor bupati, bergabung bersama anggota yang masih meneriakkan yel yel.

Sejak dua jam lalu mereka berorasi, namun bupati Fauzan belum juga mau menemui mereka. Dikabarkan bupati tidak ada di tempat, masih melakukan beberapa tugas yang harus segera diselesaikan. “Bapak tidak ada di Pendopo, masih keluar tugas, yang ada asisten,” tegas Rauh, salah satu penjabat dari Pol PP Lobar.

Karena lama bupati tidak muncul, diperkuat juga oleh seorang mahasiswi yang jatuh pingsan, akhirnya para pendemo dengan tertib membubarkan diri. “Mari kita berbaris pulang dengan tertib, jangan membuat anarkis, sampah yang berserakan tolong dipungut,” perintah Ketua umum FM Lobar, Mukhsin.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru