Pangdam IX/Udayana Tinjau Hasil Opster Dan Bantu Warga

Kampungmedia, Mataram - Menyusul Gempa yang mengguncang lombok lagi  Minggu, tanggal 17 Maret 2019 sekitar pukul 14.07 Wita.

Gempa bumi yang guncang pulau Lombok tersebut dengan kekuatan 5,8 SR di Lombok Timur. Getaran gempa dirasakan sampai Pulau Sumbawa, dan Bali.

Gempa bumi tersebut mengakibatkan tanah longsor di jalur obyek wisata air terjun Tiu Kelep Dusun Batukoq Desa Senaru Kec. Bayan Kab. Lombok Utara, yang mengakibatkan jatuhnya korban sebanyak 24 orang, dengan rincian, 3 meninggal dunia terdiri dari 2 WNA asal Malaysia dan 1 penduduk sekitar. Hal tersebut yang juga menjadi instruksi Danrem 1606/WB agar anggotanya siaga.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP., segera menindak lanjuti informasi gempa tersebut dan langsung ke Lombok untuk selanjutnya meninjau lokasi Di KLU dan Lombok Timur.

Kepada media, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP., menjelaskan bahwa, ada tiga korbaneningga di obyek wisata tersebut akibat longsor.
"Ada tiga korban meninggal di objek wisata tadi dilaporkan, korban wisatawan Malaysia sudah bisa diangkat pada 08.30, dan sudah dievakuasi ke Mataram.
Namun ada kerja lain yang perlu kita lakukan. Dari hasil pendataan,  kerusakan rumah dari tahun lalu, dengan peristiwa ini akan bertambah lagi, yang semula RS RR menjadi RB, ini akan kita lakukan pendataan ulang sambil melakukan pencairan dana yang sedang kita kerjakan",jelasnya.

Selain itu, Pangdam juga menyampaikan bahwa,TNI telah kerahkan 1000 personelnya yang punya kemampuan spesifikasi membangun.

"Data kerusakan di Lotim akibat gempa kemarin adalah, 324 RR,97 RS, 46 RB. Ini hanya di Lotim saja, di KLU yang menonjol itu longsor di air terjun,"paparnya.

Lanjut Pangdam, Memang ini seperti tanggap darurat, dan kita amggap rehab rekon berlanjut. Tindakan Evakuasi sudah kita lakukan. Semua korban luka sudah teratasi, sampai korban jiwa. Sekarag kita fokus  pada pendataan ulang. Kerusakan rumah segera diverifikasi dan buat pokmas untuk percepatan tahap rehab rekon lagi, jelasnya.

Terkait soal rumah tahan gempa yang sudah terbangun dan rusak akibat gempa kemarin, Pangdam menjelaskan bahwa akan dilakukan Pengecekan lagi. Dari laporan sementara, kebanyakan sambungan rumah yang tadinya RS RR berlanjut jadi RB, namun rumah yang sedang dikerjakan akan kita cek lahi apakah rusak lagi atau tidak. 
"Mudah mudahan tidak ada yang rusak, kalau ada ini menjadi bahan evaluasi karena rehab, kita harap gak ada lagi rumah roboh, tapi alam siapa juga yang bisa menjamin",pungkasnya. (N3G)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru