Semangat Merah Putih Di Perumahan Royal Mataram


Warga komplek Perumahan Royal Mataram, Jempong Baru Sekarbela Kota Mataram ambil bagian memeriahkan HUT RI ke-74 tahun 2019. Beragam kegiatan  dan lomba di gelar, melibatkan anak-anak usia dini, remaja, dewasa hingga orang tua.
Semua turut berpartisipasi dalam uforia mengenang kembali detik-detik kemerdekaan negeri ini puluhan tahun silam. Peringatan bersejarah bangsa ini dijadikan momentum merawat tradisi, menjaga kebinekaan dan memasyarakatkan semangat mendukung Nusa Tenggara Barat sebagai tuan rumah MotoGP 2021 mendatang.
Beragam lomba digelar. Diantaranya, pecah periuk, sepeda hias tema perjuangan dan kemerdekaan, lomba mengambar anak-anak tema nasionalisme. Tarik tambang, tenis meja, adu cepat makan krupuk, estafet tepung, memasukkan paku dalam botol, sepak bola daster, dan balap karung MotoGP, menyusul percepatan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kute Lombok Tengah oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai lokasi perhetalat MotoGP di Indonesia dua tahun mendatang.
Sederet mata lomba ini dilaksanakan dari tanggal 16 Agustus hingga 18 Agustus 2019. Sepanjang pelaksanaan kegiatan, uforianya menggelora. Empat RT, RT 10, RT 11, RT 12, dan RT 14 bahu membahu mememerihakan HUT Indonesia. 

Untuk lomba sepeda hias. Peserta dengan sadar mengenakan atribut pakaian daerah dan merah putih. Mengingat, komplek Perumahan Royal Mataram dengan 800-an unit rumah adalah potret mini Indonesia. Karena dihuni warga dari sejumlah suku di Indonesia. Semangat nasionalisme terasa sangat kental pada momentum perayaan kemenangan Indonesia di Perum Royal Mataram tahun 2019 ini.
Ketua Panitia Agustusan, Bulkaino mengatakan, peringatan HUT RI tahun ini di maknai sebagai cara menjaga keutuhan NKRI di tengah tantangan dan rentannya rentannya perpecahan antar anak bangsa, suku, agama dan ras.
“Kami ingin terus merawat cinta kepada NKRI. Merah putih di dada kami. Itulah yang kami tanamkan kepada anak-anak sejak dini. Kepada generasi yang tua, kami ingin mengingatkan kembali betapa bermaknanya persatuan,” ujarnya.
Komplek-komplek perumahan yang umumnya hidup individualis berusaha di pangkas. Karena Indonesia lahir dari semangat kebersamaan. Acara ini berjalan sukses, berkat kerja bersama tim. Akhsanul Khalik, L. Harisandi, L. Hamdani, L. Pardita, L. Wahidin, M. Sukri, Doni Eka Putra, Widianto, Hani Usmandani, Gunawan, Ifan Purnomo, Junaidi, Mardiansyah, M. Hatta, Subhan. Dan dukungan Anggota TNI Satuan Kodim 1606/Lobar, Sersan Kepala Junaedy dan Dandim Kodim 1606/Lobar, Lektol CZI Djoko Rahmanto, S. Ip. 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru